BALIKPAPAN- Masa jabatan kepengurusan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan periode 2017-2022 di bawah kepemimpinan Ir Muhammad Adam Sinte akan berakhir tahun ini. Sejumlah nama disebut-sebut layak memimpin organisasi paguyuban cukup bergengsi ini. Diantaranya anggota DPRD Kaltim Muhammad Adam Sinte (Enrekang), Rektor Universitas Balikpapan Isradi Zainal (Bulukumba), Ketua Dewan Kesenian Balikpapan H Karmin Laonggeng (Sidrap) serta pengusaha muda H Eddy Salassa (Sinjai).
Wakil Sekretaris KKSS Kota Balikpapan Effendi Bahtiar membenarkan bahwa masa kepengurusan KKSS Kota Balikpapan akan berakhir tahun ini. “Iya benar masa kepengurusan KKSS akan berakhir tahun ini dan akan dilakukan pemilihan kepengurusan baru periode 2022-2027,” kata Effendi Bahtiar, kepada awak media, Rabu (22/6/2022).
Ia menuturkan, KKSS Balikpapan yang dipimpin Muhammad Adam Sinte cukup aktif dalam menggelar berbagai kegiatan, baik kegiatan sosial, budaya, pendidikan hingga kesehatan. “Walaupun pandemi Covid-19 kurang lebih 2 tahun, namun KKSS Balikpapan tetap menggelar kegiatan. Bahkan kami sudah punya ambulans sendiri,” ujar Effendi.
Lalu kapan dilakukan pemilihan pengurus baru? Effendi mengatakan, dirinya akan berkoordinasi dengan pengurus lainya untuk membentuk kepanitiaan. “Kita inikan organisasi jadi ada aturan main berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Nanti saya koordinasikan dengan Pak Adam yang saat ini sebagai anggota DPRD Kaltim,” kata Fendi panggilan akrab Effendi Bahtiar.
Sekadar diketahui Ir Muhammad Adam Sinte resmi memimpin KKSS Kota Balikpapan periode 2017-2022 saat dilantik oleh Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Provinsi Kaltim, dr H Andi Sofyan Hasdam SpS, di gedung Balikpapan Sport & Convention Center (BSCC), Dome Minggu 26 Maret 2017.
Usai dilantik Ir Muhammad Adam mengatakan, dirinya siap mengembalikan KKSS sebagai organisasi adat sosial dan budaya. “Jadi, bagaimana KKSS ini melestarikan adat dan budaya daerah asal masing-masing anggota. Karena ada anggota yang hanya sekadar ber-DNA Sulsel, karena sudah menikah dengan suku yang lain dan cukup lama tinggal di Balikpapan,” terang Adam.
Selain itu, kata Adam, KKSS tetap membangun komunikasi dan menghormati organisasi sosial, adat dan budaya di Balikpapan. “Ya, prinsip kami di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Jadi kami tetap menghormati ormas lokal serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan NKRI tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, serta golongan,” terangnya.
Adam menuturkan, pihaknya bersama-sama dengan pemkot dan aparat TNI-Polri akan menjaga kondusivitas Kota Balikpapan menuju kota nyaman dihuni, (naim)