Menu

Mode Gelap
Operasi Ketupat 2024 Berakhir, Korlantas Polri Hentikan One Way hingga Contra Flow Penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Sulselrabar Meningkat  Presiden Gelar Ratas Bahas Dampak Geopolitik Timur Tengah terhadap Ekonomi Indonesia Indonesia Intensifkan Upaya Diplomasi, Dorong Deeskalasi Ketegangan di Timur Tengah Progres Rumah Menteri di IKN  Ditargetkan Rampung Juli 2024

Internasional · 23 Jun 2022 08:36 WITA

Pray For Afghanistan, 1.000 Orang Dikabarkan Tewas Akibat Gempa, Terjebak di Reruntuhan


 Pray For Afghanistan, 1.000 Orang Dikabarkan Tewas Akibat Gempa, Terjebak di Reruntuhan Perbesar

Metromilenial.id–  Gempa kuat melanda wilayah Afghanistan hingga menewaskan sedikitnya 1.000 orang dan melukai 1.500 lainnya. Jumlah korban diperkirakan akan meningkat, tim penyelamat mencari korban di reruntuhan.

Seperti dilansir AFP, Kamis (23/6/2022), gempa berkekuatan M 5,9 melanda timur Afghanistan, di mana orang-orang sudah menjalani kehidupan sulit dalam cengkeraman krisis kemanusiaan yang diperburuk sejak kekuasaan Taliban.

“Orang-orang menggali kuburan demi kuburan,” kata Kepala Departemen Informasi dan Kebudayaan Mohammad Amin Huzaifa di Paktika yang dilanda bencana, menambahkan bahwa setidaknya 1.000 orang telah meninggal di provinsi itu saja.

“Orang-orang masih terjebak di bawah reruntuhan,” katanya kepada wartawan.

Korban tewas terus meningkat sepanjang hari ketika berita korban disaring dari daerah-daerah yang sulit dijangkau di pegunungan. Pemimpin tertinggi negara itu, Hibatullah Akhundzada, memperingatkan kemungkinan korban meningkat lebih lanjut.

Gempa bumi melanda daerah-daerah yang sudah terkena dampak hujan lebat, menyebabkan longsoran batu dan tanah longsor yang menghambat upaya penyelamatan.

“Itu adalah situasi yang mengerikan,” kata Arup Khan (22), dalam pemulihan di sebuah rumah sakit di ibu kota provinsi Paktika, Sharan.

“Ada tangisan di mana-mana. Anak-anak dan keluarga saya berada di bawah lumpur.”
Dia mengatakan bahwa penyelamat menariknya keluar dari reruntuhan sebuah wisma, tetapi dua kerabat tewas di rumahnya. Foto-foto dan klip video yang di-posting di media sosial menunjukkan sejumlah rumah rusak parah di daerah pedesaan terpencil.

“Kami yakin hampir 2.000 rumah hancur,” kata koordinator kemanusiaan PBB untuk Afghanistan, Ramiz Alakbarov, kepada wartawan,  (***).

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

UNJ dan University of Canberra Jajaki Kerjasama program double degree Magister Pendidikan Bahasa

22 Februari 2024 - 16:20 WITA

Beri Kontribusi Nyata Misi Perdamaian, UNMISS Beri Penghargaan Personel Polri

1 Februari 2024 - 13:32 WITA

Tahun ini, Indonesia akan Berangkatkan 241 ribu Jemaah Haji 

9 Januari 2024 - 11:51 WITA

Presiden Jokowi Pertemuan Bilateral dengan Perdana Menteri Jepang

16 Desember 2023 - 23:50 WITA

Terima Penghargaan PBB, Briptu Renita Rismayanti: Terima Kasih Pak Kapolri

17 November 2023 - 13:43 WITA

Berkunjung ke Gaza, Ketua UNICEF: Hentikan kengerian ini

16 November 2023 - 08:15 WITA

Trending di Internasional