Menu

Mode Gelap
Penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Sulselrabar Meningkat  Presiden Gelar Ratas Bahas Dampak Geopolitik Timur Tengah terhadap Ekonomi Indonesia Indonesia Intensifkan Upaya Diplomasi, Dorong Deeskalasi Ketegangan di Timur Tengah Progres Rumah Menteri di IKN  Ditargetkan Rampung Juli 2024 Pelepasan One Way, Kakorlantas Imbau Pemudik Jaga Toleransi Sesama Pengendara

Balikpapan · 20 Jul 2022 18:04 WITA

Kunjungi PT KRN, Mendag Dengarkan Keluhan Petani Kelapa Sawit


 Kunjungi PT KRN, Mendag Dengarkan Keluhan Petani Kelapa Sawit Perbesar

BALIKPAPAN – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, bersama Rombongan Kementerian Perdagangan mengunjungi PT Kutai Refinery Nusantara (KRN), Rabu (20/7/2022) di Kawasan Industri Kariangau usai meninjau Pasar Klandasan, Balikpapan Kota. Kunjungan ini juga didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Arzaedi Rahman beserta rombongan.

Saat tiba di kantor PT KRN, Menteri Zulkifli Hasan disambut langsung oleh Head of Social Security and Licensing Apical Group, M. Jaya Budiarsa. Apical Group merupakan perusahaan yang menaungi PT KRN.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan juga berjumpa dengan petani kelapa sawit. Mereka berdialog dan petani diberi kesempatan menyampaikan keluhannya terkait bahan baku minyak goreng yang mereka hasilkan, yang belakangan dihargai sangat rendah.

“Saya mengerti perasaan bapak-bapak , saya pun ingin permasalahan ini cepat selesai. Sehingga harga bisa membaik,” tuturnya. Kehadirannya tersebut memang bertujuan untuk menyelesaikan persoalan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang harganya turun.

Menurutnya pihaknya telah melakukan perhitungan harga TBS di Rp2.400, namun mau tak mau harus menunggu untuk stabil agar bisa sampai pada harga tersebut. “Saya rasa dua sampai tiga pekan ke depan akan ada perbaikan harga. Karena tapi genjot dengan adanya kebijakan menghapuskan pungutan ekspor dan beberapa kebijakan lainnya,” tuturnya.

Hingga 31 Agustus ia meyakini akan ada produksi lagi. Kementerian Perdagangan saat ini terus berupaya menyelesaikan permasalahan ini.

“Kami juga akan mengembangkan teknologi sederhana yang menghasilkan minyak merah. Kami coba membuat percontohan, membuat refinery sederhana. Dengan begitu bahan baku yang dibutuhkan akan lebih banyak. Sehingga membantu kebun-kebun rakyat,” jelasnya.

Kementerian juga akan bertemu beberapa pengusaha dan membahas komitmen 3 juta CPO dalam negeri. Ia berharap ini bisa jadi solusi pula bagi para petani. “Komitmen pasok dalam negeri harus ada,” tandasnya. (**)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

Disdukcapil se-Kalimantan Buka Layanan Administrasi bagi Penyandang Disabilitas

11 Agustus 2022 - 15:53 WITA

Tahun Ini 5,3 Triliun Bangun IKN, Progres Bendungan Sepaku – Semoi 56,72 Persen

8 Agustus 2022 - 14:11 WITA

Wagub Kaltim Sampaikan Hal Serius Terkait Prokes

8 Agustus 2022 - 14:08 WITA

Peringati 1 Muharram NasDem Balikpapan Gelar Doa Bersama, Madram Mukyar Gabung, Ini Kata AHB

7 Agustus 2022 - 07:53 WITA

AMPG Balikpapan Bagikan Bendera bagi Pengendara yang Melintas Jalan Sudirman

5 Agustus 2022 - 21:17 WITA

Patman Prakkasi : Lokomotif Baru GAPENSI Harus Bangkit

3 Agustus 2022 - 11:45 WITA

Trending di Balikpapan