Menu

Mode Gelap
Tahun Depan, Indonesia Dapat 221 Ribu Kuota Haji Presiden Tinjau Pompanisasi di Jawa Tengah, Upaya Antisipasi Kekeringan dan Peningkatan Produksi Pangan Polri dan Vietnam Perkuat Kerja Sama Pengejaran Buron Mesin Pesawat Jemaah Haji UPG-05 Rusak, Kemenag Minta Garuda Indonesia Profesional Presiden Jokowi Gelar Rapat Terbatas Soal Erupsi Gunung di Sulawesi Utara

Nasional · 3 Agu 2022 13:52 WITA

Beras Bansos Dikubur di Depok Sebelumnya Kehujanan, Sudah Diganti Kata Risma


 Beras Bansos Dikubur di Depok Sebelumnya Kehujanan, Sudah Diganti Kata Risma Perbesar

Jakarta– Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani memastikan bantuan beras bansos yang ditimbun di Depok, Jawa Barat, bukan dari program masa kepemimpinannya. Namun, dia menduga beras bantuan tersebut rusak karena hujan.

“Tadi saya juga mendengar dari Pak Menko, karena memang kasus itu terjadi sebelum saya,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharani dalam konferensi pers di gedung Kemensos, Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2022).

“Jadi saya harus me-review pekerjaan tahun yang saya belum tahu,” jelasnya, Dilansir Detik.Com

Risma menduga bantuan tersebut sempat terjadi kerusakan lantaran saat proses pengiriman itu terkena hujan. Namun Risma memastikan beras tersebut sudah dipastikan untuk diganti.

“Karena saat itu pengiriman bantuan beras dilakukan oleh Bulog, kemudian di perjalanan itu pengiriman bantuan itu, barangnya kehujanan,” tegas Risma.

“Barangnya kehujanan sehingga saat itu diputuskan menurut Pak Menko untuk diganti beras itu,” lanjutnya.

Risma menyebut JNE menjadi pihak yang menyalurkan bansos kepada warga. Mereka mengambil beras dari gudang Bulog di Pulogadung.

“JNE mengambil dari gudang Bulog di Pulogadung, JNE mendistribusikan ke door to door ke penerima. Kemudian, pada saat pengambilan, kondisi lagi hujan, hingga ada sebagian beras yang basah,” kata Risma.

Menurutnya, karena beras basah dalam proses pengiriman, beras harus diganti oleh JNE. Pemerintah tidak menanggung penggantian beras bansos yang rusak tersebut.

“Karena beras basah, maka itu kesalahan operasional pihak JNE, dan tidak dibebankan kepada pemerintah,” ucapnya.

“Beras yang ditimbun adalah beras rusak milik JNE, bukan milik pemerintah karena sudah dibayar oleh pihak JNE,” ujarnya, (red/**).

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

Lembaga Survei Ini Catat Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Polda Banten Meningkat 

20 Juni 2024 - 06:18 WITA

PLN Masuk Jajaran 10 Besar Perusahaan Terbaik Asia Tenggara Versi Fortune

19 Juni 2024 - 12:00 WITA

Marwan Aras Center berbagi daging Qurban di Jakarta

17 Juni 2024 - 13:32 WITA

Kompolnas Pantau Kesiapan Pengamanan Polri Pada Pilkada Serentak 2024 di Polda Sulsel

12 Juni 2024 - 15:36 WITA

Siapkan Sanksi Berat Travel Nekat, Ini Upaya Gus Men Atasi Masalah Visa Non Haji

10 Juni 2024 - 14:36 WITA

Jelang Sidang Isbat Hari Raya Idul Adha 1445 H

7 Juni 2024 - 19:11 WITA

Trending di Nasional