Menu

Mode Gelap
Update Haji 2025: Petugas Mulai Diberangkatkan ke Arafah Sidang Isbat: Hari Raya Idul Adha 6 Juni 2025 Wagub Sulsel Minta TPID dan TP2DD Bergerak Tepat Sasaran Daker Bandara Siap Sambut Kedatangan Gelombang II Jemaah Haji di Jeddah Sempat Viral di Medsos Sejumlah Koper CJH SUB di Madinah Diturunkan dari Bus, Berikut Penjelasannya!

News · 30 Agu 2022 02:01 WITA

Walhi Sulsel Tolak Pembangunan Rel Kereta di Api Makassar 


 Walhi Sulsel Tolak Pembangunan Rel Kereta di Api Makassar  Perbesar

Makassar– Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Al Amin, dengan tegas menolak pembangunan rel kereta api Makassar – Maros. Menurutnya ini berpotensi menimbulkan permasalahan yang meliputi dua aspek.

Al Amin menilai pada situasi ini Walhi Sulsel menolak pasalnya dua aspek ini terbilang sangat sensitif yakni terkait aspek lingkungan dan aspek sosial yang berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

“Pembangunan rel kereta api di Makassar akan menjadi malapetaka bagi warga nantinya. Karena harus dipertimbangkan matang – matang persoalan lingkungan dan dampak sosial nantinya,” ujarnya.

Ditambahkannya, lahan di kota Makassar nyaris telah bersertifikat, dan berbadan usaha sehingga tanah – tanah di kota Makassar hampir tidak ada yang tidak mengantongi sertifikat.

“Ini layak dipertimbangkan karena masyarakat mulai berpikir mau dibebaskan lahannya atau tidak, dan tentunya juga ini tidak sesuai dengan kondisi tata ruang Kota Makassar, maka dengan itu Walhi pada situasi ini dengan tegas menolak pembangunan rel kereta api Makassar – Maros,” ungkap Al Amin, saat menjadi Narasumber di kegiatan Suara Mahasiswa yang digelar Dinas Kominfo Makassar, Senin (29/08).

Pada kesempatan ini dirinya menantang Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulsel menunjukkan studi kelayakan atau Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) di wilayah sekitaran pembangunan rel kereta api tersebut.

Menurutnya, hingga saat ini BPKA Sulsel belum pernah membuka ke publik mengenai studi kelayakan ataupun AMDAL dari rencana pembangunan rel kereta api Makassar – Maros. Bahkan dirinya pernah melakukan survei di masyarakat yang terdampak, dan hasilnya tidak seorang pun dari warga yang paham akan rencana, dan dampak pembangunan rel kereta api Makassar – Maros.

“Banyak hal yang belum tuntas dari rencana ini. Di sisi AMDAL dan studi kelayakan juga. Masih menyisakan persoalan. Jika tuntas maka banjir di Barru tidak akan terjadi, warga di Maros tidak akan menolak lahannya dibebaskan, dan Makassar tidak akan menolak desain rel kereta api at grade. Olehnya itu, Walhi dengan tegas menolak pembangunan rel kereta api Makassar – Maros,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

Yayasan Marwan Aras Center (MAC) Buka Puasa Bersama di Masjid Nurul Wathan

8 Maret 2026 - 15:02 WITA

Sambut Ramadan 1447 H, Yayasan Marwan Aras Center Berbagi untuk Kaum Dhuafa dan Panti Asuhan

19 Februari 2026 - 16:11 WITA

CFD Boulevard Panakkukang Ramai di Minggu Terakhir Jelang Ramadan

15 Februari 2026 - 09:44 WITA

IKA Unismuh dan Civitas Akademika FEB Unismuh Ucapkan Selamat kepada Ketua STIMI YAPMI Makassar

9 Februari 2026 - 10:33 WITA

Yayasan Marwan Aras Center (MAC) Kembali Berbagi Sedekah di Awal Tahun 2026

26 Januari 2026 - 13:22 WITA

Gerak Cepat, STIMI Yapmi Makassar Awali 2026 dengan Dua MoU

2 Januari 2026 - 20:49 WITA

Trending di Advetorial