Menu

Mode Gelap
Kapolri dan Ketum PSSI Bertemu, Pastikan Penyelenggaraan Piala Presiden Berjalan Aman dan Lancar Menhub Ungkap Progres Pembangunan Bandara di IKN, Di Laut Disediakan Pinisi Fase Pemulangan, 166 Ribu Jemaah Tiba di Tanah Air BPS Sebut Sulsel Mengalami Surplus Perdagangan Ekspor – Impor Sebesar 390,86 Juta Dollar Amerika  Kapolri Mutasi Ratusan Anggota Polri, Irjen Syahardiantono Jadi Kabaintelkam

News · 1 Sep 2022 21:05 WITA

Perbaikan Sanitasi, RISE Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat Sekitar


 Perbaikan Sanitasi, RISE Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat Sekitar Perbesar

MAKASSAR — Peletakan batu pertama (Ground Breaking) Program Revitalisasi Permukiman Kumuh dan Lingkungannya (RISE) Oleh KIAT (Kemitraan Indonesia-Australia Untuk Infrastruktur) telah terlaksana, di Jalan Salodong, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kamis (01/09).

Program infrastruktur RISE ini berbeda dengan program infrastruktur lain. Karena, sebelum membangun, tim RISE melibatkan semua orang mulai dari laki-laki, perempuan, orang tua, remaja dan anak-anak dalam kegiatan perencanaan bersama yaitu PANRITA atau perencanaan ri Kampungta.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh salah satu warga Untia, Merry Handayani.
Katanya, sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT), ia merasakan dampak langsung dari RISE terhadap kesehatan anak-anak.

“Jadi jauh sebelum membangun kami semua warga dikumpulkan dan diedukasi. Darah, feses anak saya diperiksa untuk diketahui kesehatannya dan apakah anak saya mengalami cacingan atau tidak,” ucapnya.

Ia juga berterima kasih kepada Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, Pemerintahan Australia, Tim Monash University dan Universitas Hasanuddin karena program RISE hadir dan memperbaiki infrastruktur sanitasi di Kawasan Untia dan empat lokasi lainnya.

Sementara, Danny Pomanto mengatakan kerjasama ini sudah berjalan beberapa tahun sebelumnya. Dan Kelurahan Untia jadi lokasi kedua, sebelumnya di Kelurahan Batua.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap layanan air bersih dan sanitasi serta ketahanan iklim bagi penduduk yang tinggal di permukiman informal Makassar.

Lebih dari 300 rumah tangga di berbagai komunitas permukiman informal di Makassar, Sulawesi Selatan, akan menerima perbaikan yang berkelanjutan dan peka-air, termasuk sistem pengolahan air limbah alami, pemanenan air hujan, toilet, serta jalanan dan akses yang lebih baik.

“Jadi ini semacam penegasan bahwa Makassar adalah ‘kota percontohan’ global, dari teknologi ini untuk warga kami. Sejalan dengan Sombere and Smart City,” ungkap Danny.

Danny mengungkapKan perbaikan ini, dirancang bersama masyarakat, dan akan memberikan sarana sanitasi, air bersih, dan ketahanan iklim bagi ratusan rumah tangga di daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur konvensional perkotaan.
Danny berharap uji coba RISE dapat membantu mempengaruhi dan menarik investasi dimasa depan ke dalam jenis solusi yang transformatif, (**).

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

Buka Sosialisasi Dashat Kampung KB, Pj. Bupati Luwu Optimis Turunkan Angka Stunting

15 Juli 2024 - 21:30 WITA

Lewat Virtual, Sekretariat DPRD Sulsel Ikut Apel Pagi bareng Gubernur 

15 Juli 2024 - 14:51 WITA

Kapolda Sulsel Pimpin Apel Gelar Pasukan Patuh Pallawa 2024

15 Juli 2024 - 14:47 WITA

PJU Polres Gowa Rapat Evaluasi “Beautiful Malino” 2024 

15 Juli 2024 - 13:58 WITA

Pertama di SULSELRABAR, Kelurahan Bonto Lebang Gunakan Energi Bersih melalui REC dari PLN

15 Juli 2024 - 12:45 WITA

Karantina Tahfizh Nasional DI Diminati Hingga Kancah Internasional

13 Juli 2024 - 20:54 WITA

Trending di News