Menu

Mode Gelap
Indonesia Berhasil Kirim Bantuan ke Gaza via Pesawat Hercules C130 TNI AU H-1 Lebaran, 100.776 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dijadwalkan Khatib Shalat Idulfitri di Anjungan City of Makassar  Lonjakan Pemudik Capai 56 Persen, Presiden Jokowi: Mudik Lebih Awal Gudang Amunisi Terbakar, Pangdam Jaya :  Bahan Peledak Sudah Kedaluwarsa 

Nasional · 7 Sep 2022 22:52 WITA

Koruspi Gerobak, Bareskrim Tetapkan 2 Pejabat Kemendag Jadi Tersangka


 Koruspi Gerobak, Bareskrim Tetapkan 2 Pejabat Kemendag Jadi Tersangka Perbesar

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri menetapkan dua orang pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan gerobak dagang pada tahun anggaran 2018 dan 2019. Kedua orang tersebut adalah, PIW dan BP.

“Untuk yang tersangka pertama itu di tahun 2018 adalah saudara PIW, jadi selaku PPK di tahun anggaran 2018,” kata Karopenmas Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Jakarta Rabu (7/9).

Ramadhan menjelaskan, tersangka telah menerima suap dari pengadaan tersebut di tahun 2018 sebesar Rp800 juta. Sebagai PPK, PIW membuat pengaturan lelang terhadap pihak-pihak yang telah ditunjuk sebagai pelaksana pengadaannya.

“Kemudian juga di dalam proses pelaksanaan tersebut juga ada pengaturan lelang. Dimana dengan cara mengubah. Sehingga ditetapkan lah oleh pokja ini PT yang ditetapkan pemenang,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kontraknya diketahui pengadaannya disebutkan gerobak tersebut sebanyak 7.200 unit dengan nilai kontrak senilai Rp49 miliar. Namun, faktanya hanya sebanyak 2.500 gerobak yang dikerjakan.

“Nah di dalam faktanya ini pekerjaan ada fiktif prosesnya fiktif, jadi yang dikerjakan hanya sebanyak 2.500 gerobak. Nah untuk penghitungan estimasi Rp30 miliar dari fiktif. Sehingga mendapatkan estimasi 30 miliar ini adalah dari fiktif,” ucapnya.

Kemudian di tahun 2019, juga menetapkan BP sebagai tersangka. Dalam hal ini, Ia diduga menerima suap sebesar Rp1,1 miliar.

“Ada yang menarik di sini 1,1 miliar ini diberikan suap tetapi digunakan untuk menutupi penggantian ganti rugi terhadap suatu peristiwa yang dinilai juga akan menjadi objek kita dalam proses penyelidikan. Jadi ada 1,1 miliar yang diterima suap dan 1,1 tersebut digunakan untuk pembayaran ganti rugi terhadap pekerjaan yang lain,” tuturnya, (MM/**).

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

Warga Perumahan Permata Mutiara Laksanakan Sholat Idul Fitri 

10 April 2024 - 07:48 WITA

Indonesia Berhasil Kirim Bantuan ke Gaza via Pesawat Hercules C130 TNI AU

10 April 2024 - 03:26 WITA

Pemerintah Menetapkan 1 Syawal 1445H Rabu 10 April 2024

9 April 2024 - 23:32 WITA

Polri Himbau Masyarakat tak Berkonvoi saat Malam Takbiran 

9 April 2024 - 21:07 WITA

Kecelakaan KM 58 Tol Cikampek, Kakorlantas:Contraflow Dihentikan Sementara

8 April 2024 - 19:26 WITA

Kecelakaan Beruntun tiga kendaraan di Tol Cikampek, 9 Dikabarkan Meninggal Dunia

8 April 2024 - 13:09 WITA

Trending di Nasional