Menu

Mode Gelap
Operasi Ketupat 2024 Berakhir, Korlantas Polri Hentikan One Way hingga Contra Flow Penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Sulselrabar Meningkat  Presiden Gelar Ratas Bahas Dampak Geopolitik Timur Tengah terhadap Ekonomi Indonesia Indonesia Intensifkan Upaya Diplomasi, Dorong Deeskalasi Ketegangan di Timur Tengah Progres Rumah Menteri di IKN  Ditargetkan Rampung Juli 2024

Sulteng · 20 Sep 2022 21:43 WITA

Kepala Lapas Leok Ikuti Dialog Bahas Rancangan Kitab UUD Hukum Pidana


 Kepala Lapas Leok Ikuti Dialog Bahas Rancangan Kitab UUD Hukum Pidana Perbesar

Buol – Bertempat Ruang Kerjanya, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Ka.Lapas) kelas III Leok mengikuti dialog publik Rancangan Undang-undang KUHP secara Virtual yang dipusatkan disalah satu hotel yang berada di kota Manado, Sulawesi Utara (20/09).

Kegiatan yang selenggarakan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunkiasi dan Informatika RI yang diikuti oleh Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah Beserta jajaran, Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum, Akademisi, Organisasi Bantuan Hukum, Organisasi Mahahiswa dan Kepemudaan, Pers, Organisasi Profesi, Ormas serta organisasi keagamaan lingkup provinsi Sulawesi Tengah.

Bambang Gunawan selaku Direktur Informasi dan Komunikasi Politik Hukum dan keamanan yang sekaligus membuka dialog publik tersebut menyampaikan bahwa terdapat sejumlah isu krusial dalam pembahasan RUU KUHP yang perlu disosialisasikan lebih luas antara lain, penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden, larangan penghasutan kepada penguasa, pidana mati, serta penodaan agama.

“Isu krusial lainnya seperti kejahatan kesusilaan, pencabulan, perzinahan serta living of law,” katanya.

Selain itu, Bambang menyamapaikan agar teman-teman dapat memberikan masukan yang konstruktif dalam RUU KUHP, dialog publik ini juga menghadirkan narasumber yakni Guru Besar Hukum Universitas Negeri Semarang Benny Riyanto, Guru Besar Hukum Pidana Universitas Indonesia Harkristuti Harkrisnowo, serta Ketua Umum Masyarakar Hukum Pidana dan Kriminologi (MAHUPIKI) Yenti Garnasih.

Ditemui sesaat setelah mengikuti dialog publik, Kepala Lapas Leok Edi Yulianto menyampaikan bahwa semoga dengan dilaksanakannya dialog publik ini dapat menghasilakn rancangan undang-undang yang memberikan kepastian hukum pidana Indonesia yang lebiih baik, (Samsul).

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

Presiden Resmikan Rehabilitasi Pelabuhan Wani dan Pantoloan, Tingkatkan Mobilitas dan Ekonomi Sulteng

27 Maret 2024 - 20:56 WITA

Polda Sulteng Turunkan Helikopter jemput Logistik di TPS Terpencil 

18 Februari 2024 - 10:18 WITA

Kalapas Leok Ikut Sambut Kunjungan  Kerja Kapolda Sulteng di Polres Buol

11 Februari 2024 - 15:12 WITA

Ribuan Massa Kader PKB di Buol Hadiri Kampanye Akbar Bowo Timumun

7 Februari 2024 - 14:21 WITA

1.797 Personel Gabungan Disiagakan jaga Pemilu 2024 di Sulawesi Tengah

7 Januari 2024 - 02:42 WITA

Mahasiswa KKN Untad 106 Aksi Jum’at Bersih, Ajak Masyarakat Bergotong Royong

1 Desember 2023 - 10:16 WITA

Trending di Sulteng