Menu ✖

Mode Gelap
Polres Sidrap Ungkap Curanmor, Dua Residivis Diamankan Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1420/Sidrap Gelar Safari Salat Subuh Berjamaah Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Momentum MAC Berbagi Kualitas SDM dan Teknologi Jadi Prioritas Raker STIMI Yapmi Makassar 2026/2027 STIMI Yapmi Gelar PKKMB Maba 2026 di Kampus dan Pondok Tahfidz

News · 30 Sep 2022 09:15 WITA

Kemenkumhan Sarankan Kebudayaan Sulsel Miliki Hak Kekayaan Intelektual Komunal


 Kemenkumhan Sarankan Kebudayaan Sulsel Miliki Hak Kekayaan Intelektual Komunal Perbesar

Makassar– Salah satu agenda Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni memberikan pemaparan dalam pelaksanaan Roving Seminar Kekayaan Intelektual, di Hotel Four Point, Makassar, Kamis, 29 September 2022.

Dalam paparannya, Yasonna menyampaikan pentingnya memiliki hak kekayaan intelektual. Khususnya dalam industri kreatif yang setiap harinya muncul dengan beragam kreasi segar karya anak bangsa di berbagai bidang ide kreatif yang berlimpah.

 

Selain itu, kebudayaan yang ada di Indonesia termasuk kebudayaan di Sulsel, khususnya adat Toraja diharapkan bisa memiliki Hak Kekayaan Intelektual.

“Mengapa penting mendaftarkan ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional kita ini, karena ada juga negara lain yang terkadang mirip dan mengklaim tarian itu adalah tarian negara mereka yang terkenal. Pada waktu dulu adalah Reog Ponorogo diklaim oleh Malaysia,” jelasnya.

Apalagi, kata Yasonna, Sulsel yang memiliki 1,5 juta Usaha Kecil Menengah dan Mikro, merupakan episentrum industri kreatif wilayah Indonesia bagian tengah dan timur dengan jumlah permohonan kekayaan intelektual sebesar 13.268 hanya di tahun 2019 – 2022.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Sulsel, Abdul Hayat Gani, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Roving Seminar Kekayaan Intelektual tersebut dan juga pelaksanaan Yasonna Mendengar yang melibatkan banyak industri kreatif.

“Kemarin sudah dilakukan dengan segala pendekatan psikologis oleh Bapak Menteri Hukum dan HAM, kita lihat animo teman-teman kampus, masyarakat, umumnya Sulsel sangat antusias. Saya kira Roving Seminar ini memang harus bergerak, harus berputar, harus mobile untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

“Target kita satu dalam posisi Indonesia, inflasi, membicarakan kemiskinan. Dan salah satu intervensi yang kuat menurut saya dalam waktu dekat, kalau kita mampu memberikan pemulihan ekonomi nasional Roving Seminar untuk kita lakukan di berbagai tempat,” sambungnya.

Bahkan, Abdul Hayat yakin Roving Seminar ini akan memicu dan memacu pertumbuhan ekonomi di Sulsel, dan akan mempercepat pemulihan ekonomi di saat inflasi seperti sekarang ini. (**)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

STIMI YAPMI Buka Program S2 Magister Manajemen dan Wisuda Sarjana Manajemen

5 Oktober 2026 - 14:09 WITA

MAC Kembali Berbagi untuk Panti Asuhan dan Dhuafa di Makassar

30 September 2026 - 09:31 WITA

IKA SMA 4 Makassar Jalin Silaturahmi dan Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

20 September 2026 - 19:39 WITA

S2 Magister Manajemen STIMI Yapmi Makassar Terima Mahasiswa Baru 2026/2027

19 September 2026 - 12:27 WITA

Warga Cempaka Putih Selatan Parepare Khidmat Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

14 September 2026 - 20:58 WITA

Polres Sidrap Ungkap Curanmor, Dua Residivis Diamankan

9 September 2026 - 09:39 WITA

Trending di News