Menu

Mode Gelap
MenPAN-RB Kagumi Mal Pelayanan Publik Pemda Gowa Kapolri dan Ketum PSSI Bertemu, Pastikan Penyelenggaraan Piala Presiden Berjalan Aman dan Lancar Menhub Ungkap Progres Pembangunan Bandara di IKN, Di Laut Disediakan Pinisi Fase Pemulangan, 166 Ribu Jemaah Tiba di Tanah Air BPS Sebut Sulsel Mengalami Surplus Perdagangan Ekspor – Impor Sebesar 390,86 Juta Dollar Amerika 

Nasional · 20 Okt 2022 17:53 WITA

Ada Himbauan Kemenkes Soal Obat Sirup, Penting Untuk Seluruh Rakyat Indonesia


 Ada Himbauan Kemenkes Soal Obat Sirup, Penting Untuk Seluruh Rakyat Indonesia Perbesar

Jakarta— Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat yang sudah terlanjur mengonsumsi atau membeli obat sirop di apotek maupun fasilitas kesehatan untuk menyetop sementara penggunaan obat tersebut.

Hal itu menyusul ketetapan baru agar apotek maupun tenaga kesehatan di Indonesia tidak menjual atau meresepkan obat bebas dalam bentuk cair atau sirop kepada masyarakat buntut kasus gangguan ginjal akut misterius.

“Lebih baik seperti itu (berhenti minum obat sirop) sampai selesai semua penyelidikan epidemiologi kami ya,” kata Pelaksana tugas Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Yanti Herman, Dilansir CNNIndonesia, Rabu (19/10).

Imbauan ini juga sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak yang diteken oleh Plt. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami pada 18 Oktober lalu.

Menurut Yanti, masyarakat tidak boleh lagi membeli obat sediaan sirop bebas. Selain itu tenaga kesehatan juga telah diminta untuk melakukan racikan obat saja dan tidak memberikan atau meresepkan obat sirup.

Yanti menyatakan pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan atas temuan gangguan ginjal akut progresif atipikal yang mayoritas menyerang anak-anak di Indonesia.

“Jadi semuanya ditunda sementara sampai ada pengumuman resmi dari pemerintah sesuai peraturan perundang-undangan, terutama terkait dengan bidang kefarmasian,” ujarnya.

Sampai kemarin, tercatat 49 anak meninggal akibat penyakit yang kemudian dinamai gangguan ginjal akut progresif atipikal.

Rinciannya 25 kasus kematian dilaporkan di DKI Jakarta. Kemudian 11 kasus kematian di Bali, satu kasus kematian di Nusa Tenggara Timur (NTT), tujuh kasus kematian di Sumatera Utara, dan lima kasus kematian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

(Red/**)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

PWNU DKI Jakarta Pecat Empat Pengurus Dianggap telah Menjalin Hubungan dengan Israel 

20 Juli 2024 - 17:07 WITA

Kunjungi Kabupaten Gowa, MenPAN-RB Dapat Gelar ” Daeng Tojeng” ini Artinya..

19 Juli 2024 - 22:58 WITA

MenPAN-RB Kagumi Mal Pelayanan Publik Pemda Gowa

19 Juli 2024 - 22:51 WITA

Kapolri dan Ketum PSSI Bertemu, Pastikan Penyelenggaraan Piala Presiden Berjalan Aman dan Lancar

15 Juli 2024 - 16:02 WITA

Fase Pemulangan, 166 Ribu Jemaah Tiba di Tanah Air

15 Juli 2024 - 14:58 WITA

Ribuan Umat Buddha Ikuti Perjalanan Bakti

14 Juli 2024 - 10:52 WITA

Trending di Nasional