Menu

Mode Gelap
BPS Sebut Sulsel Mengalami Surplus Perdagangan Ekspor – Impor Sebesar 390,86 Juta Dollar Amerika  Kapolri Mutasi Ratusan Anggota Polri, Irjen Syahardiantono Jadi Kabaintelkam Tahun Depan, Indonesia Dapat 221 Ribu Kuota Haji Presiden Tinjau Pompanisasi di Jawa Tengah, Upaya Antisipasi Kekeringan dan Peningkatan Produksi Pangan Polri dan Vietnam Perkuat Kerja Sama Pengejaran Buron

News · 27 Okt 2022 23:22 WITA

Terkait Exodus, AUHM: Semua Pihak Diharapkan Bersabar


 Terkait Exodus, AUHM: Semua Pihak Diharapkan Bersabar Perbesar

MAKASSAR — Sejumlah gabungan lembaga dan organisasi menolak rencana kehadiran DJ Una di Exodus Cafe pada Jumat 28 Oktober 2022. Mereka menuding, Exodus tak memiliki KBLI untuk THM (diskotik).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam ( AUHM) , Zulkarnain Ali Naru menyebut Pertama yang harus diketahui, bahwa usaha BAR dan Diskotik/Klab Malam itu menjadi kewenangan mutlak Pemprov dan bukan wewenang atau tugas Pemkot/Pemkab.

Untuk saat ini Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM) bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sulsel masih melakukan koordinasi dan survey ke beberapa usaha yang masuk kategori Baru Diskotik/Klab Malam.

” Jadi semua pihak diharapkan bersabar menunggu hasil survey (peninjuan lapangan) dan koordinasi. Dalam survey atau hasil peninjauan lapangan nantinya akan ditentukan mana-mana yang layak masuk kategori BAR dan mana saja yang masuk kategori Diskotik atau Klab Malam, “ujarnya, saat konfrensi pers di Roppang Bilangan Jl Perintis Kemerdekaan, Kamis 27 Oktober 2022, Sore.

Lanjutnya, Peninjaun lapangan ini bukan hanya di Makassar, tapi seluruh Kota/ Kabupaten yang ada di Sulsel, khususnya usaha yang mengajukan izin OSS RBA bidang usaha (KBLI) BAR dan Diskotik/Klab Malam.

Dalam penetapan kategori usaha BAR dan atau DISKOTIK/KLAB MALAM punya acuan dan kriteria khusus yang telah ditetapkan dalam UU Pariwisata serta regulasi terkait  lainnya. Jadi, tidak boleh asal memilih budang usaha bila tidak sesuai aturan dan regulasi dimaksud…

” Jadi, sekali lagi kami harap semua pihak bisa bersabar dan tidak terburu-buru menyoroti dan atau melakuka pemeriksaan izin-izin suatu usaha karena memang Penerapan UU Nomor 11/2021 tentang Cipta Kerja dan sejumlah regulasi  turunannya, juga masih berproses terus dan masih dalam tahap sosialisasi hingga 2023 mendatang, “jelasnya.

Sementara itu, Legal Advisor Exodus Bar and Diskotik Iriansyah menilai dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 tahun 2022 Tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk pengendalian penyebaran corona virus disease 2019 telah menetapkan jam operasional rumah makan, restoran, kafe dan sejenisnya pukul 18.00 sampai dengan 02.00 waktu setempat.

“Aturan Inmendagri yang keluar tahun ini sebenarnya sudah tertuang jelas juga dalam surat edaran Wali Kota Makassar. Tapi implementasi aturan ini di lapangan kadang tidak terlalu dipahami aparatur daerah di lapangan. Sehingga sering terjadi miskoordinasi antara aparat pemda dan pengusaha hiburan,” kata dia.

Dia berharap aparat pemda di lapangan bisa mengimplementasikan aturan yang baru ini dan membuka iklim usaha hiburan berjalan normal sehingga penerimaan daerah yang cukup besar diperoleh dari pajak usaha hiburan bisa meningkat di Kota Makassar.

“Kami menilai aturan Inmendagri dan Surat edaran Walikota yang baru ini sudah memberikan ruang bagi pelaku usaha hiburan untuk bisa beraktifitas normal. Karena pendapatan daerah dari sektor hiburan juga cukup besar. Bagaimana kami bisa membayar retribusi dan pajak, jika jam operasional kami dibatasi,” tutup pria yang akrab disapa Rian ini.

Senada, Manager Exodus Makassar Harytasni mengatakan pihaknya telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait seperti Disbudpar Makassar, Satgas Covid-19, Kesbangpol Makassar dan Satpol PP hingga sampai ke Polda terkait even yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Putri Una yang saat ini populer dengan sebutan DJ Una akan tampil di Exodus Makassar pada Jumat, 28 Oktober 2022.
DJ yang pernah masuk dalam Top 100 DJ Terbaik Dunia 2015 itu akan mengguncang Kota Makassar tepat di perayaan Hari Sumpah Pemuda.

Manager Marketing Exodus Erlin menegaskan pihaknya tidak menjual tiket masuk, melainkan table atau meja yang langsung dipesan pengunjung.

“Kami tidak jual tiket. Tamu kita batasi dengan jualan table. Karena standar prokes tetap kita utamakan dalam even ini,” kata Erlin.

Dia juga memastikan seluruh karyawan maupun talent sudah vaksin lengkap hingga ruangan akan disemprot disinfektan sebelum even berlangsung.

“Kami pastikan karyawan dan talent sudah vaksin lengkap. Ruangan kami pastikan sudah steril sebelum even,” kata dia.

Selain itu, lanjut Erlin smartphone pengunjung akan ditempel stiker dan diberikan masker bagi pengunjung yang lupa membawa penutup hidung dan mulut itu.

Sebelumnya Manager Exodus Makassar Yoyo berharap kehadiran DJ Una di timur kota bisa memecah konsentrasi pengunjung yang selama ini menumpuk di wilayah barat Kota Makassar. Sehingga arus pengunjung menyebabkan kepadatan di wilayah itu.

“Sebenarnya even 28 Oktober bukan hanya di Exodus. Ada empat tempat hiburan di wilqyah barat Kota Makassar juga menggelar even yang sama. Kami coba garap pengunjung di timur kota utamanya yang berasal dari wilayah Maros,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

Korban Air Terjun Jami Maros Ditemukan Setelah Basarnas Lakukan Penyelaman Lima Meter

13 Juli 2024 - 12:41 WITA

Melalui Program TJSL, PLN Dukung Pelaku UMKM Dengan Mengadakan Pelatihan Desain Produk

13 Juli 2024 - 12:08 WITA

Pangdam XIV/Hsn Melaksanakan Kunker di Kodim 1403/Palopo, Tatap Muka Langsung Dengan Prajuritnya

12 Juli 2024 - 11:18 WITA

Bangun Kelistrikan Daerah Terpencil, PLN Ajukan 3 Triliun PMN 2025

11 Juli 2024 - 12:38 WITA

Penggunaan Kendaraan Listrik Semakin Masif, 30 SPKLU di Sulselrabar Catat Kenaikan Transaksi Signifikan 

10 Juli 2024 - 16:21 WITA

Sambut Hari Anak Nasional, PLN Gelar Khitan Massal Gratis di Bulan Muharram

9 Juli 2024 - 12:30 WITA

Trending di News