Menu ✖

Mode Gelap
Polres Sidrap Ungkap Curanmor, Dua Residivis Diamankan Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1420/Sidrap Gelar Safari Salat Subuh Berjamaah Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Momentum MAC Berbagi Kualitas SDM dan Teknologi Jadi Prioritas Raker STIMI Yapmi Makassar 2026/2027 STIMI Yapmi Gelar PKKMB Maba 2026 di Kampus dan Pondok Tahfidz

News · 1 Nov 2022 13:55 WITA

Indonesia Cahaya di Tengah Kegelapan Ekonomi Global 2023


 Indonesia Cahaya di Tengah Kegelapan Ekonomi Global 2023 Perbesar

JAKARTA– Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto masih optimis ekonomi Indonesia tetap cerah tahun depan meski ada potensi resesi ekonomi global.

“Jadi tahun depan, Indonesia cukup optimis,” katanya ditemui di Penutupan Festival Job Fair dan Vokasi di Jakarta Convention Centre (JCC), Minggu (30/10/2022).

Ia mengatakan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berada di kisaran 5 persen pada 2022 dan 2023.

Selain itu kata dia, Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia sebagai negara yang tidak terpengaruh ketidakpastian ekonomi global.

“Jadi Managing Director IMF mengatakan Indonesia adalah bright spot in the dark. Pertumbuhan ekonomi kita tahun ini, diperkirakan sekitar 5,2 persen dan tahun depan diperkirakan juga sekitar 5,2-5,3 persen,” kata Airlangga.

“Kawasan Asia Indo-Pasifik ini diperkirakan tumbuh positif. India diperkirakan tumbuh 6 persen, kemudian ASEAN diperkirakan tumbuh 5 persen, dan China sekitar 4 persen,” sambungnya dia.

Dengan demikian, sambung Airlangga, dibandingkan kawasan Eropa ataupun Amerika, Indo-Pasifik masih positif. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dunia ke depan akan didorong oleh kawasan Indo-Pasifik.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, guncangan perekonomian dunia yang terjadi saat ini bukanlah “kaleng-kaleng”.

Oleh sebab itu, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) memiliki peranan penting untuk bisa meredam guncangan yang terjadi. Terlebih, guncangan ekonomi global diproyeksi akan berlanjut di tahun depan, bahkan lembaga-lembaga internasional memprediksi bakal terjadinya resesi global di 2023.

“Menarik untuk didalami mengenai APBN 2023, menjawab tantangan-tantangan masyarakat dan ekonomi yang continuously under a lot of shock (terus mengalami goncangan). Shock-nya ini bukan shock kaleng-kaleng istilahnya, shock-nya itu gede banget,” ujar Sri Mulyani dalam Seminar Strategi Capai Ekonomi Kuat dan Berkelanjutan di Tengah Risiko, Jumat (28/10/2022), Dilansir Kompas.com

Ia memaparkan, ekonomi global sempat tertekan akibat pandemi Covid-19, namun ketika mulai terjadi pemulihan malah justru dihadapkan pada guncangan akibat perang Rusia dan Ukraina. Kini dunia sedang menghadapi krisis pangan dan energi, lonjakan inflasi, dan tren kenaikan suku bunga acuan yang melemahkan perekonomian.

(Red/**/Foto:Int)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

STIMI YAPMI Buka Program S2 Magister Manajemen dan Wisuda Sarjana Manajemen

5 Oktober 2026 - 14:09 WITA

MAC Kembali Berbagi untuk Panti Asuhan dan Dhuafa di Makassar

30 September 2026 - 09:31 WITA

IKA SMA 4 Makassar Jalin Silaturahmi dan Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

20 September 2026 - 19:39 WITA

S2 Magister Manajemen STIMI Yapmi Makassar Terima Mahasiswa Baru 2026/2027

19 September 2026 - 12:27 WITA

Warga Cempaka Putih Selatan Parepare Khidmat Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

14 September 2026 - 20:58 WITA

Polres Sidrap Ungkap Curanmor, Dua Residivis Diamankan

9 September 2026 - 09:39 WITA

Trending di News