Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadhan 1445H pada 11 Maret BREAKING NEWS: Ribuan Personel Gabungan Disiapkan Amankan Debat Pilpres Cerita Warga Manado Senang Bisa Berswafoto dengan Presiden  Polda Sulsel Gagalkan Peredaran 21 Kg Ganja, 98 Kg Sabu, 20 Ribu Butir Ekstasi Pj Gubernur Papua Terkena Lemparan Batu

Nasional · 6 Sep 2023 00:09 WITA

Presiden Jokowi Buka Sesi Retreat KTT Ke-43 ASEAN


 Presiden Jokowi Buka Sesi Retreat KTT Ke-43 ASEAN Perbesar

JAKARTA, METROMILENIAL —Presiden Joko Widodo membuka Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Selasa, 5 September 2023. Presiden menekankan bahwa implementasi “Lima Poin Kesepakatan” atau “Five Point Consensus” dalam penyelesaian isu Myanmar akan tetap menjadi pedoman utama ASEAN.

“Terkait implementasi Five Point Consensus saya ingin mengingatkan bahwa Five Point Consensus adalah upaya kolektif ASEAN sebagai keluarga yang telah disepakati para pemimpin ASEAN di Jakarta pada 24 April 2021,” ucap Presiden.

Terkait konflik Myanmar, Presiden Jokowi menekankan bahwa Indonesia telah melakukan pendekatan yang intensif dengan pihak Myanmar.

“Indonesia telah melakukan engagement secara sangat intensif lebih dari 145 engagement dengan 70 stakeholders dan telah dilakukan dalam 9 bulan,” tutur Presiden.

Kepala Negara mengatakan bahwa melalui pendekatan tersebut, Indonesia melihat munculnya kepercayaan di antara para pihak. Presiden pun mendukung ASEAN untuk melakukan dialog nasional inklusif untuk menyelesaikan isu tersebut.

“Indonesia melihat sudah mulai muncul trust antara satu stakeholder dengan yang lain kecuali dengan junta militer. Inilah saatnya ASEAN terus mendorong dilakukannya inclusive national dialogue sebagai kunci penyelesaian krisis politik yang Myanmar-owned Myanmar-led,” ucapnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan ASEAN masih terus dilakukan melalui ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre). Namun, Presiden menyebut proses tersebut masih sangat panjang.

“Oleh sebab itu, demi kepentingan keluarga ASEAN kita harus berani mengevaluasi diri, membahas permasalahan secara terbuka dan mencari solusi bersama. Kita butuh upaya yang lebih taktis dan extraordinary untuk mengimplementasikan Five Point Consensus,” tuturnya.

Selain itu, Kepala Negara menyebut ASEAN Indo-Pacific Forum sebagai bentuk konkret dari ASEAN Outlook on the Indo-Pacific telah menarik banyak minat baik dari kalangan pemerintah maupun swasta.

“Saya harap keberlangsungan implementasi ini dapat terus kita jaga,” ucap Kepala Negara, (**).

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

Presiden Jokowi Resmikan Sistem Pengelolaan Air Limbah di Makassar

22 Februari 2024 - 13:56 WITA

PJ Gubernur Sulsel Dampingi Presiden Jokowi Selama Kunjungan Kerja di Wilayah Sulsel 

21 Februari 2024 - 08:30 WITA

Teknis Pemindahan 12 Ribu ASN Pusat ke IKN

20 Februari 2024 - 21:47 WITA

Ketua KPU RI Mengakui ada Kesalahan Proses konversi C Hasil Plano ke aplikasi Sirekap

17 Februari 2024 - 12:20 WITA

Marwan Aras Caleg Partai Demokrat Nyoblos di TPS 21 Kalideres Jakarta Barat

14 Februari 2024 - 16:26 WITA

Akademisi Stimi Yapmi Makassar Nyatakan Kandidat Capres 02 Memenangkan Pilpres 2024

13 Februari 2024 - 21:38 WITA

Trending di Nasional