Menu

Mode Gelap
Update Haji 2025: Petugas Mulai Diberangkatkan ke Arafah Sidang Isbat: Hari Raya Idul Adha 6 Juni 2025 Wagub Sulsel Minta TPID dan TP2DD Bergerak Tepat Sasaran Daker Bandara Siap Sambut Kedatangan Gelombang II Jemaah Haji di Jeddah Sempat Viral di Medsos Sejumlah Koper CJH SUB di Madinah Diturunkan dari Bus, Berikut Penjelasannya!

News · 3 Apr 2024 20:27 WITA

Serahkan Hasil Kajian Dampak Cagar Budaya, Tim Harap Chattra Borobudur Segera Dipasang


 Serahkan Hasil Kajian Dampak Cagar Budaya, Tim Harap Chattra Borobudur Segera Dipasang Perbesar

Tim KDCB telah melakukan studi dan kajian di lapangan selama lima hari, 18-22 Maret 2024. Mereka melakukan serangkaian diskusi, serta audensi ke beberapa instansi, Lembaga, tokoh agama, dan masyarakat.

Dirjen Bimas Buddha Supriyadi mengucapkan terima kasih atas kerja keras tim KDCB Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan laporan proses studi lapangan yang diserahkan. Menurut Supriyadi, pemasangan chattra sangat diharapkan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan pemerintah, khususnya di lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas atau DPSP.

 

“Atas kerja keras dari Tim ini memberikan informasi penting di mana kajian dampak hasilnya sangat minor. Sehingga menjadi penguat kita untuk mewujudkan harapan umat Buddha sekaligus implementasi kebijakan pemerintah untuk pemasangan chattra di puncak stupa induk Candi Borobudur,” sebut Supriyadi di Jakarta, Selasa (2/4/2024).

“Kami berterima kasih atas rekomendasi yang disampaikan. Ini perlu respon cepat seperti terkait dengan Detail Engineering Design (DED) yang memang menjadi bagian penting sehingga dapat menjadi pelengkap atas dokumen yang perlu dikirimkan ke UNESCO,” tambahnya.

Direktur Kebijakan Pembangunan Manusia, Kependudukan, dan Kebudayaan Anugerah Widiyanto menyampaikan, hasil kajian dampak cagar budaya atas rencana pemasangan chattra di stupa induk Borobudur ini dirumuskan setelah melakukan kajian di lapangan, literatur lainnya, serta diskusi dengan umat Buddha.

 

Anugerah menambahkan, dari kajian lapangan, tim berkesimpulan bahwa dampak negative pemasangan chattra pada candi Borobudur itu minor. Untuk itu, ia berharap chattra bisa segera dipasang dan dimanfaatkan oleh umat Buddha. Sebagai warisan dunia, nantinya ini bukan hanya dimanfaatkan umat Buddha. Masyarakat setempat juga bisa mendapatkan manfaatnya seiring meningkatnya kunjungan wisatawan dalam negeri dan mancanegara.

“Setelah diserahakan hasil studi lapangannya, perlu dilakukan kajian teknis pemasangan. Berdasarkan hasil kajian ini, akan dikirimkan notisi ke UNESCO bahwa akan ada pemasangan jangan sampai terlambat nanti baru dikirimkan, notisinya akan jadi temuan di UNESCO,” pungkasnya, (**).

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

STIMI YAPMI Makassar Canangkan Digitalisasi Kampus Menuju Kampus Global

20 Juli 2026 - 12:43 WITA

Pelaksanaan UAS STIMI Yapmi Makassar Ditinjau Langsung Jajaran Pimpinan Kampus

13 Juli 2026 - 17:41 WITA

Perkuat Kerja Sama, STIMI Yapmi Makassar dan STIE YPUP Teken MoU Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

12 Juli 2026 - 22:54 WITA

Yayasan Marwan Aras Center (MAC) Kembali Berbagi di Bulan Muharram 1448 H

29 Juni 2026 - 15:51 WITA

STIMI Yapmi Makassar Terapkan Sistem Pembelajaran Hybrid untuk Mahasiswa Kurang Mampu

29 Juni 2026 - 15:49 WITA

Semua PTS Berpeluang Meraih Akreditasi Unggul

27 Juni 2026 - 09:56 WITA

Trending di News