Menu

Mode Gelap
Tahun Depan, Indonesia Dapat 221 Ribu Kuota Haji Presiden Tinjau Pompanisasi di Jawa Tengah, Upaya Antisipasi Kekeringan dan Peningkatan Produksi Pangan Polri dan Vietnam Perkuat Kerja Sama Pengejaran Buron Mesin Pesawat Jemaah Haji UPG-05 Rusak, Kemenag Minta Garuda Indonesia Profesional Presiden Jokowi Gelar Rapat Terbatas Soal Erupsi Gunung di Sulawesi Utara

News · 27 Apr 2024 11:27 WITA

Gandeng IEP, Kemenag Buka Peluang Sinergi dengan Perguruan Tinggi Amerika


 Gandeng IEP, Kemenag Buka Peluang Sinergi dengan Perguruan Tinggi Amerika Perbesar

Pembahasan rencana bersinergi ini berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Agama RI, Jakarta. “Kita ingin memperkuat hubungan antara Kementerian Agama, khususnya pendidikan Islam, dengan kampus-kampus yang ada di Amerika. Dengan adanya Indonesia Education Partnership ini kita menjadi punya pintu yang sangat terbuka secara kelembagaan untuk masuk ke kampus-kampus di Amerika,” ujar Plt Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad, Kamis (25/4/2024), Hari lalu.

Prof Abu, panggilan akrabnya, menerangkan, konsultasi dengan IEP akan memberi akses kepada Awardee atau calon penerima beasiswa untuk mendapat banyak informasi dan pilihan terkait kampus yang akan dituju, termasuk bagi para awardee yang sudah diputuskan mendapatkan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dari LPDP tetapi belum memilih kampus.

 

“Kampus-kampus besar di bawah Kementerian Agama juga bisa mendapat peluang kerja sama double degree. Misalnya, Master Pendidikan Islam dan Master of Education,” jelas Prof Abu.

Direktur IEP, Brook Williams Ross menjelaskan, Indonesia Education Partnerships adalah lembaga Kemitraan Pendidikan Indonesia guna mendukung universitas, lembaga, konsorsium, industri, yayasan, dan pemerintah Indonesia untuk mengembangkan hubungan strategis, memajukan kolaborasi demi keuntungan bersama, pengayaan pendidikan, pengembangan tenaga kerja, dan pertumbuhan di Indonesia secara keseluruhan.

“Kami berhasil mengkoordinasikan siswa hingga lulus lebih dari 100 PNS dan Non PNS dari seluruh Indonesia untuk program S2 dan S3 dengan berbagai jurusan di Amerika, termasuk dari BAPPENAS, KKP, LIPI, BRIN, KemenKes, Pemerintah Daerah dari Papua hingga Aceh serta dengan banyak universitas termasuk IPB, UGM, ITB, UNSYIAH, UNPATTI, UNCEN, UNIPA, dan banyak lainnya untuk mendukung prioritas pembangunan pemerintah nasional, provinsi, dan kabupaten,” ungkap Brook Williams Ross.

 

“Saat ini juga terdapat lebih dari 70 mahasiswa Indonesia dari Aceh hingga Papua yang kami koordinasikan khususnya di Amerika untuk memastikan mereka bisa belajar dengan baik, mendapatkan tempat tinggal yang aman dan mendapatkan kebutuhan hidup yang cukup. Siswa tersebut tersebar di berbagai universitas di Amerika Serikat,” terangnya, (**).

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

Perkuat Sinergisitas, Kepala Kantor Basarnas Makassar Kunjungi Polairud Polda Sulsel

22 Juni 2024 - 00:27 WITA

PLN Jadi Perusahaan Utilitas Terbaik Se-Kawasan Versi Fortune 500 Asia Tenggara

21 Juni 2024 - 16:47 WITA

OPINI : LANGKAH CATUR SELLE

21 Juni 2024 - 14:26 WITA

Cegah Judi Online Kodim 1420/Sidrap Lakukan Apel Gabungan Pengecekan Personil

20 Juni 2024 - 18:23 WITA

Kasus Penganiayaan yang Ditangani PN Parigi Moutong Berakhir Damai

20 Juni 2024 - 12:31 WITA

Presiden Tinjau Pompanisasi di Jawa Tengah, Upaya Antisipasi Kekeringan dan Peningkatan Produksi Pangan

20 Juni 2024 - 06:00 WITA

Trending di News