Menu

Mode Gelap
Update Haji 2025: Petugas Mulai Diberangkatkan ke Arafah Sidang Isbat: Hari Raya Idul Adha 6 Juni 2025 Wagub Sulsel Minta TPID dan TP2DD Bergerak Tepat Sasaran Daker Bandara Siap Sambut Kedatangan Gelombang II Jemaah Haji di Jeddah Sempat Viral di Medsos Sejumlah Koper CJH SUB di Madinah Diturunkan dari Bus, Berikut Penjelasannya!

News · 9 Mei 2024 19:25 WITA

Literasi Digital, Sultan Rakib: Jangan Biarkan Jempol Mengalahkan Pikiran Kita


 Literasi Digital, Sultan Rakib: Jangan Biarkan Jempol Mengalahkan Pikiran Kita Perbesar

MAKASSAR, MM | Era transformasi digital yang ditandai dengan maraknya sosial media yang digandrungi lontas generasi berdampak buruk pada sisi tertentu. Katakanlah, penyebaran hoax yang sulit dibendung karena literasi digital dan wawasan masyarakat Indonesia masih minim.

Olehnya itu, literasi digital berupa pemahaman kepada masyarakat tentang bijak bersosial media adalah sebuah keniscayaan yang harus terus dilakukan oleh berbagai pihak.

“Ini bukan saja tanggung jawab pemerintah semata, ini tanggung jawab semua pihak. Bermedia sosial penting tapi jauh lebih penting mengedepankan etika dan budaya. Bijak lah dalam bersosial media, jangan biarkan jempol kita mengalahkan pikiran kita,” ujar Sekretaris Dinas Kominfo Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Sulsel Sultan Rakib saat menjadi pemateri di depan pengurus Darma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulsel, Rabu (8/4/2024) di Command Center Kantor Gubernur Sulsel.

Sultan Rakib mengatakan, saat ini, sosial media telah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Dan itu pasti memiliki dampak positif dan dampak negatif. Penyebaran hoax atau berita bohong paling banyak melalui media sosial. Data dari Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan tahun 2024 ini penyebaran berita hoax sebesar 11,12 persen itu melalui media mainstream atau media online, 29,12 persen itu melalui media chat.

“Yang paling banyak adalah melalui sosial media sebesar 59,75 persen. Ini lah yang menjadi kekhawatiran kita semua. Ibu ibu wajib mewaspadai ini,” ujar Sultan.

Pronsip 3S saring sebelum sharing menjadi hal yerpenting dalam mencegah peredaran hoax di tengah masyarakat. Literasi digital di sekolah sekolah, kelompok masyarakat, dan lain sebagainya wajib terus ditingkatkan. 

Hadir Ketua DWP Sulsel Andi Hanna Arsyad dalam acara tersebut dan seluruh Ketua DWP unit masing masing OPD Pemprov Sulsel. Termasuk Ketua DWP Unit Diskominfo SP Sulsel. (**)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

72 Wisudawan STIMI Yapmi Makassar Siap Berkompetisi di Dunia Kerja

13 April 2026 - 13:48 WITA

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Akan Hadir dalam Acara Wisuda Sarja ke XXIII STIMI Yapmi Makassar

31 Maret 2026 - 14:57 WITA

Di Penghujung Ramadhan, Yayasan Marwan Aras Center (MAC) Kembali Berbagi Bingkisan untuk Warga dan Jamaah

20 Maret 2026 - 13:13 WITA

Ribuan Warga Makassar Shalat Idul Fitri di Kampus Unismuh Makassar

20 Maret 2026 - 11:57 WITA

IKA Alumni SMAN 4 Makassar Angkatan 87 Gelar Buka Puasa Bersama di Cafe Langit/Ulu Juku

15 Maret 2026 - 12:20 WITA

Yayasan Marwan Aras Center (MAC) Berbagi Kebahagiaan Bersama Yatim dan Dhuafa di Bulan Ramadhan 1447 H

13 Maret 2026 - 22:53 WITA

Trending di News