MM,TAKALAR — Perikanan berikan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU), kepada nelayan sebanyak 29 kelompok nelayan, dengan 5 macam alat perlengkapan nelayan, dan bantuan santunan BPJS kepada korban nelayan meninggal dunia, yang dilaksanakan di Desa Boddia, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar. Rabu (27/09/2023)
Dihadiri ratusan nelayan penerima bantuan dari dinas perikanan kabupaten takalar, disalah satu aula di desa Boddia, turut dihadiri Pj Bupati Takalar Dr. Setiawan Aswad, BPJS Sulawesi dan Maluku dan jajaran kepala desa Galesong, Galesong selatan dan Kadis perikanan itu sendiri sebagai pelaksana.
Dalam sambutannya Kadis perikanan, H. Baso, mengatakan, ” Kami akan melakukan pembagian bantuan diantaranya sebanyak 4 kelompok penerima Rawai, 7 kelompok menerima Fish finder (pendeteksi ikan), 4 kelompok menerima gill net millenium, 7 kelompok mesin perahu, dan 3 kelompok menerima mesin yanmar, 11 kelompok menerima gillnet, santunan BPJS kepada keluarga nelayan mengalami korban kecelakaan saat melaut hingga meninggal dunia.
Dan setelah ini akan dilakukan pembagian bantuan perahu fiber di daerah mangarabomba, dikegiatan selanjutnya.
Semoga kedepan akan berkelanjutan untuk mendapatkan bantuan kepada nelayan, bagi yg belum mendapatkan bantuan ditahun lalu, jadi akan bergilir. Tutupnya “
Kegiatan ini juga bergandeng dengan BPJS ketenagakerjaan, dengan kerjasama bersama dinas perikanan takalar, untuk para nelayan. Dengan perpanjangan tangan dari pemerintah dalam hal ini untuk memberikan jaminan kepada nelayan. Seperti mengalami kecelakaan saat melaut, hingga meninggal dunia, sehingga BPJS ketenagakerjaan hadir untuk membantu memberikan santunan kepada nelayan dan petani di takalar.
Dalam hal itu, melakukan santunan untuk kecelakaan mendapatkan santunan Rp. 40.000.000.000, ketika sampai meninggal dunia mendapatkan santunan Rp. 70.000.000.000, dan bantuan pemakaman Rp. 10.000.000.
Lanjutnya, Selain bantuan uang tunai BPJS juga berikan bantuan beasiswa kepada 2 anak korban yang ditinggal hingga kejenjang sekolah perguruan tinggi.
Ditutup dengan sambutan Pj Bupati Takalar Dr Setiawan Aswad, mengatakan, “suatu kehormatan untuk bisa bersama para nelayan, kemajuan itu banyak dilakukan dipesisir laut, beda halnya di daerah pengunungan dengan cara berfikir dengan luas seperti luasnya lautan.
Takalar yang dikenal nelayannya sangat pemberani untuk mencari ikan sampai kelaut jauh. Takalar harus jauh lebih berkembang dari pada Gowa dan daerah lainnya karena garis pantai 74 kilometer yang sangat panjang, nelayan begitu luas untuk mencari ikan dilaut.
Sehingga takalar akan kedepannya juga dibangun produksi rumput laut di daerah Laikang, kami banyak berterima kasih kepada nelayan karena memberikan banyak manfaat. Berharap kepada nelayan produktivitas nelayan dapat berkembang.
Selain itu, kedepan akam menyediakan bibit Pisang Ambon putih, kepada nelayan ketika 4 bulan masa nelayan tdk melaut, untuk memanfaatkan selama waktu tidak melaut. Disamping program gubernur serentak penanaman pisang sesulawesi. Tutupnya “. (Fgr)






