Menu ✖

Mode Gelap
Polres Sidrap Ungkap Curanmor, Dua Residivis Diamankan Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1420/Sidrap Gelar Safari Salat Subuh Berjamaah Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Momentum MAC Berbagi Kualitas SDM dan Teknologi Jadi Prioritas Raker STIMI Yapmi Makassar 2026/2027 STIMI Yapmi Gelar PKKMB Maba 2026 di Kampus dan Pondok Tahfidz

News · 6 Mar 2024 14:22 WITA

Di Hadapan Mahasiswa UNHAS, GM PLN UID Sulselrabar Paparkan Transisi Energi


 Di Hadapan Mahasiswa UNHAS, GM PLN UID Sulselrabar Paparkan Transisi Energi Perbesar

GOWA, MM | PT PLN (Persero) berkomitmen mempercepat transisi energi Indonesia dengan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Potensi besar EBT yang saat ini tengah digarap PLN adalah pembangkit listrik berbasis panas bumi (geothermal), angin (bayu), surya dan air (hydro) yang punya potensi besar untuk menggantikan pembangkit berbasis batu bara khususnya di provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Pemerintah telah berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% di tahun 2030 dan mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Hal tersebut telah terimplementasi dalam program transformasi PLN dimana aspirasi Green menjadi semangat untuk menghadirkan energi ramah lingkungan.

Dalam acara Hasanuddin Techno Fest Seminar Nasional dengan tema “Renewable Energy for National Prosperity” di Universitas Hasanuddin, Kabupaten Gowa (5/3), General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Moch. Andy Adchaminoerdin memaparkan strategi PLN dalam percepatan transisi energi. “Dalam hal ini sumber daya EBT Indonesia yang melimpah perlu segera dimaksimalkan pemanfaatannya untuk pengadaan energi bersih. PLN telah bertransformasi untuk tidak hanya menjalankan bussines as usual agar dapat membantu menekan emisi gas karbon sehingga tercapai target NZE tahun 2060,” ujar Andy.

Andy menambahkan, selain melalui program transformasi yang sudah dicanangkan, PLN juga menginisiasi delapan program untuk percepatan transisi energi diantaranya, early retirement Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), implementasi co-firing dan pengembangan biomassa, co-firing hidrogen dan amonia, penerapan teknologi CCUS (Carbon Capture Utilized and Storage), membangun lebih banyak pembangkit EBT, roll out smart grid, layanan sertifikasi Renewable Energy Certificate (REC), serta pengembangan ekosistem Electric Vehicle.

Andy mencatat, bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) adalah sebesar 45,78%, jauh di atas dari rata-rata target nasional di tahun 2025 yaitu 23%.

Tidak hanya itu Andy merinci, PLN di Regional Sulawesi sendiri juga sudah menerapkan beberapa program transisi energi, diantaranya Smart Grid di dua subsistem yaitu Selayar dan Tahuna, 20 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN UID Sulselrabar di 12 lokasi tersebar, serta layanan sertifikasi REC di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar yang mencapai 19.927 unit.

Lebih lanjut, kata Andy semakin terwujudnya program transisi energi dan ekosistem kendaraan listrik nantinya akan mendukung ketahanan energi nasional. Karena akan mengubah ketergantungan konsumsi masyarakat dari energi fosil berbasis impor ke energi listrik domestik.

“Ini bukan sekedar kita beralih ke energi masa depan yang bersih dan ramah lingkungan, yaitu listrik. Ini sekaligus shifting energi fosil yang berbasis impor ke listrik domestik yang ramah lingkungan,” pungkas Andy.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 260 KiloWatt Peak (KWp) yang berkontribusi besar melistriki 996 pelanggan di Pulau Kodingateng.

Sementara itu Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Faizal Arya Sammar mengungkapkan optimismenya terhadap pengalaman PLN dalam bidang ketenagalistrikan serta kolaborasi dengan berbagai pihak akan melakukan langkah percepatan transisi energi baik dari sisi pasokan maupun ekosistem kendaraan listrik.

Senada, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Hasanuddin, Alfarizi optimis PLN dapat melakukan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan NZE di tahun 2060. “Dengan kolaborasi dari seluruh kalangan baik itu dari pemerintah, PLN, sektor swasta dan akademisi kami optimis inovasi dapat mewujudkan energi yang ramah lingkungan bagi masyarakat,” ujar Alfarizi, (**).

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

STIMI YAPMI Buka Program S2 Magister Manajemen dan Wisuda Sarjana Manajemen

5 Oktober 2026 - 14:09 WITA

MAC Kembali Berbagi untuk Panti Asuhan dan Dhuafa di Makassar

30 September 2026 - 09:31 WITA

IKA SMA 4 Makassar Jalin Silaturahmi dan Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

20 September 2026 - 19:39 WITA

S2 Magister Manajemen STIMI Yapmi Makassar Terima Mahasiswa Baru 2026/2027

19 September 2026 - 12:27 WITA

Warga Cempaka Putih Selatan Parepare Khidmat Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

14 September 2026 - 20:58 WITA

Polres Sidrap Ungkap Curanmor, Dua Residivis Diamankan

9 September 2026 - 09:39 WITA

Trending di News