Jakarta, MM | Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai perombakan (reshuffle) kabinet yang dilakukan sekitar 1,5 bulan menjelang pemerintahan baru tidak efektif.
Hal ini menanggapi Presiden Joko Widodo yang membuka peluang untuk me-reshuffle kabinet usai dua menterinya di Kabinet Indonesia Maju, Pramono Anung dan Tri Rismaharini, mengajukan mundur karena ikut Pilkada.
“Sisa waktu kurang lebih 2 bulan ini, siapa pun menteri penggantinya, pastinya tidak akan efektif. Waktunya terbatas dan tidak akan bisa melakukan apa pun yang sifatnya signifikan,” kata Adi kepada Sabtu (7/9/2024).
Adi menyampaikan, jika akan dilakukan reshuffle, penggantinya hanya sekadar mengisi kekosongan jabatan, (**).






