Menu

Mode Gelap
Update Haji 2025: Petugas Mulai Diberangkatkan ke Arafah Sidang Isbat: Hari Raya Idul Adha 6 Juni 2025 Wagub Sulsel Minta TPID dan TP2DD Bergerak Tepat Sasaran Daker Bandara Siap Sambut Kedatangan Gelombang II Jemaah Haji di Jeddah Sempat Viral di Medsos Sejumlah Koper CJH SUB di Madinah Diturunkan dari Bus, Berikut Penjelasannya!

News · 9 Okt 2024 12:50 WITA

9.722 Posyandu Aktif di Sulsel, Prof Zudan Minta Dinas PMD Beri Kader Pelatihan dan Bimbingan Teknis


 9.722 Posyandu Aktif di Sulsel, Prof Zudan Minta Dinas PMD Beri Kader Pelatihan dan Bimbingan Teknis Perbesar

MAKASSAR, MM | Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulawesi Selatan (Sulsel) berperan penting dalam pengelolaan dan pengembangan Posyandu. Secara kelembagaan, tanggung jawab penuh terhadap Posyandu berada di bawah pengawasan Dinas PMD Sulsel.

“Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sulsel bertanggung jawab secara kelembagaan terhadap Posyandu,” kata Prof Zudan Arif Fakrulloh pada Apel Pagi Virtual, Senin, 7 Oktober 2024.

Dengan dukungan dan pengawasan optimal, Dinas PMD Sulsel harus berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui program-program Posyandu yang efektif dan berkelanjutan.

“Posyandu kita harus aktif melakukan penimbangan, pengukuran terhadap balita, termasuk pada ibu-ibu hamil,” ujarnya.

Langkah konkret pembinaan ke Posyandu sangat penting, termasuk memberikan bimbingan teknis. Strategi yang dapat dilakukan meliputi pembinaan teknis bersama Dinas Kesehatan, misalnya untuk mengevaluasi pemberian makanan tambahan.

“Dari sini Dinas PMD bisa memberikan pelatihan kepada kader posyandu. Misalnya, puluhan ribu kader bisa dibina melalui Zoom meeting, diberikan pelatihan, harus dibuat metode baru, termasuk informasi sederhana dapat disampaikan. Jangan hanya melatih puluhan kader setahun dengan bertemu langsung,” harapnya.

Plh Kadis PMD Sulsel, AM Akbar, menyampaikan bahwa jumlah Posyandu aktif di Sulsel mencapai 9.722 unit. Revitalisasi Posyandu dilakukan saat ini, menindaklanjuti hasil Rakornas Posyandu pada Agustus lalu dengan merevisi SK Tim Pembina Posyandu dan mengintegrasikan beberapa OPD terkait Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Pendidikan.

Selain itu, diharapkan 24 kabupaten/kota dapat mengajukan satu posyandu sebagai pilot percontohan untuk pengembangan posyandu di Sulsel.

Bimbingan teknis peningkatan kapasitas pengelola dan kader posyandu juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan mereka dalam melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan kesehatan serta pendataan keluarga di masyarakat.

“Untuk teknis pembinaan ke Posyandu, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terhadap sasaran kader Posyandu sangat penting,” jelasnya. (**)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

Pelaksanaan UAS STIMI Yapmi Makassar Ditinjau Langsung Jajaran Pimpinan Kampus

13 Juli 2026 - 17:41 WITA

Perkuat Kerja Sama, STIMI Yapmi Makassar dan STIE YPUP Teken MoU Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

12 Juli 2026 - 22:54 WITA

Yayasan Marwan Aras Center (MAC) Kembali Berbagi di Bulan Muharram 1448 H

29 Juni 2026 - 15:51 WITA

STIMI Yapmi Makassar Terapkan Sistem Pembelajaran Hybrid untuk Mahasiswa Kurang Mampu

29 Juni 2026 - 15:49 WITA

Semua PTS Berpeluang Meraih Akreditasi Unggul

27 Juni 2026 - 09:56 WITA

Jajaki Kerja Sama Strategis, Sekda Parigi Moutong Kunjungi Kampus STIMI Yapmi Makassar

25 Juni 2026 - 11:33 WITA

Trending di News