Menu ✖

Mode Gelap
Polres Sidrap Ungkap Curanmor, Dua Residivis Diamankan Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1420/Sidrap Gelar Safari Salat Subuh Berjamaah Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Momentum MAC Berbagi Kualitas SDM dan Teknologi Jadi Prioritas Raker STIMI Yapmi Makassar 2026/2027 STIMI Yapmi Gelar PKKMB Maba 2026 di Kampus dan Pondok Tahfidz

News · 16 Des 2024 15:47 WITA

Teater SATU Makassar Juara I dan Meraih 4 Predikat Terbaik Festival Teater Antar SMA/SMK Se-Sulselbar 2024


 Teater SATU Makassar Juara I dan Meraih 4 Predikat Terbaik Festival Teater Antar SMA/SMK Se-Sulselbar 2024 Perbesar

Makassar,MM  |  Teater SATU Makassar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Makassar dengan karya pertunjukan yang menggunakan bahasa Bugis klasik berjudul “Galigo, Nawanawana Saweiganding” berhasil menjadi juara umum pada Festival Teater Berbahasa Daerah Tahun 2024 Se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) yang digelar tanggal 13 hingga 15 Desember 2024, di hotel Four Points By Sheraton Makassar oleh Balai Bahasa Provinsi Sulsel.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulsel Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dewi Pridayanti, S. Sos., M.Adm. SDA., dalam sambutan penutupan kegiatan festival pada Sabtu (15/12/2024), antara lain menyampaikan apresiasinya terhadap keseriusan para peserta dalam mengikuti ajang tersebut yang tercermin pada pertunjukan 19 karya yang ditampilkan.

Pihaknya menitipkan kepada para pembina ektrakurikuler minat-bakat seni-budaya di sekolah untuk terus menumbuhkan minat dan kebanggan berbahasa daerah di kalangan siswa.

“Bapak Iqbal Najamuddin selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel telah melakukan komunikasi awal dengan pihak Balai Bahasa Provinsi Sulsel untuk dapat bekerja sama mengembangkan program kegiatan yang berskala besar dan meriah se-Sulsel sebagai upaya melestarikan bahasa daerah. Gagasan tersebut kemungkinan akan dilakukan dengan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar, mengingat wilayah kerja Balai Bahasa Sulsel meliputi provinsi Sulsel dan Sulbar yang menjadi pemangku kepentingan pembinaan sekolah jenjang pendidikan menengah,” ujar Dewi Pridayanti.

Dewan Juri yang diketuai oleh Asia Ramli Prapanca (sastrawan, teaterawan, dan akademisi seni pertunjukan dari Universitas Negeri Makassar) secara teknis menyampaikan kriteria, fokus, dan detail penilaian, yang terdiri atas penilaian terhadap naskah, penyutradaraan, keaktoran, penataan artistik, penataan musik dan penataan cahaya.

Dewan juri yang beranggotakan Bahar Merdhu (maestro teater, sutradara dan penulis naskah), Goenawan Monoharto (aktor, sastrawan, pegiat literasi), Faisal Yunus (aktor, sutradara, dan kepala sekolah), dan Purwhayati (pengamat bahasa dan sastra Balai Bahasa Provinsi Sulsel) menatapkan Teater SATU Makassar sebagai juara I. Sementara juara II hingga VI berturut-turut diraih oleh: SMA Negeri 1 Tinambung, SMK YPP Wonomulio, SMA Negeri 2 Majene, SMA Negeri 2 Jeneponto, dan SMA Negeri 1 Polewali.

Selain memuncaki posisi sebagai penampil terbaik, kelompok Teater SATU Makassar juga meraup 4 (empat) kategori khusus dari 6 (enam) unsur pendukung pertunjukan teater, yakni: naskah/skenario terbaik (Rizky Fasdillah), pemeran wanita terbaik (Andi Nasyah Nayswarah), penata artistik terbaik (Muhammad Afdal Fadli), dan penata musik terbaik (Erwin Sulaiman). Sutradara terbaik dan pemeran pria terbaik diraih oleh Sahabuddin M, S.Pd. M.M. dan Amiruddin Maulana Arsyad dari SMA Negeri 1 Tinambung.

Bahar Merdhu –seniman yang pernah didapuk oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia sebagai maestro seni teater—, menyampaikan bahwa selain unsur estetika, hal lain yang penting untuk selalu diperhatikan dalam pertunjukan seni, termasuk dalam menyajikan teater, adalah aspek etis dan edukatif terhadap penonton yaitu pesan moral dan nilai luhur yang diekspresikan.

Hal-hal yang bersifat mendidik berlandaskan norma dan nilai moral masyarakat dan bangsa Indonesia lewat ekspresi seni-budaya sebagai inspirasi bagi generasi muda dalam membentuk karakter dan budi pekerti.

Kepala SMA Negeri 1 Makassar, Sulihin Musatafa, di tengah arena acara penutupan festival menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi gagasan program yang berupaya pelestarian seni-budaya dan bahasa daerah.

“Karenanya, kami langsung mendaftar dan mempersiapkan karya pertunjukan secara serius. Mempersiapkan tim dan memilih sebuah kisah yang bersumber dari warisan budaya sastra dari Sulsel yang telah mendunia dan perlu terus diperkenalkan di kalangan generasi muda kita. Agar tidak hanya sebatas kebanggan, namun juga menjadi sumber inspirasi pertunjukan seni dalam mengasah kecerdasan emosional dan sosial para peserta didik,” pungkas Sulihin Mustafa.

Adinda Aurelya, salah seorang pemeran karakter We Datu Sengngeng dalam pertunjukan Teater SATU Makassar pada festival tersebut, mengharapkan bahwa kegiatan festival teater berbahasa daerah yang baru pertama kali dilaksanakan tersebut perlu terus digelar. “Kegiatan ini meningkatkan wawasan, kebanggaan dan kecintaan terhadap bahasa daerah dan seni-budaya yang dimiliki oleh bangsa kita,” ungkap remaja putri yang berdarah Bugis dan Jawa tersebut, (*).

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

STIMI YAPMI Buka Program S2 Magister Manajemen dan Wisuda Sarjana Manajemen

5 Oktober 2026 - 14:09 WITA

MAC Kembali Berbagi untuk Panti Asuhan dan Dhuafa di Makassar

30 September 2026 - 09:31 WITA

IKA SMA 4 Makassar Jalin Silaturahmi dan Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

20 September 2026 - 19:39 WITA

S2 Magister Manajemen STIMI Yapmi Makassar Terima Mahasiswa Baru 2026/2027

19 September 2026 - 12:27 WITA

Warga Cempaka Putih Selatan Parepare Khidmat Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

14 September 2026 - 20:58 WITA

Polres Sidrap Ungkap Curanmor, Dua Residivis Diamankan

9 September 2026 - 09:39 WITA

Trending di News