Makassar, Metromilenial – STIMI Yapmi Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Melalui penerapan sistem pembelajaran hybrid yang menggabungkan perkuliahan tatap muka (offline) dan e-learning (online), kampus ini memberikan kesempatan lebih luas bagi calon mahasiswa, khususnya yang memiliki keterbatasan ekonomi, untuk tetap dapat meraih gelar sarjana.
Ketua STIMI Yapmi Makassar, Dr. Ibrahim Syah, S.E., M.M., mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap masih banyaknya lulusan SMA/SMK yang gagal melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi akibat kendala biaya.
Menurutnya, berdasarkan berbagai pemberitaan nasional, terdapat sekitar 60.000 calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang di perguruan tinggi negeri karena alasan ekonomi.
“Kami tidak ingin kondisi ekonomi menjadi penghalang bagi anak-anak bangsa untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Karena itu, STIMI Yapmi Makassar berkomitmen membuka akses seluas-luasnya bagi mereka yang memiliki semangat untuk kuliah,” ujarnya.
Ibrahim mengungkapkan bahwa sejak tahun 2021, STIMI Yapmi Makassar telah menjalankan program pembebasan biaya kuliah bagi mahasiswa kurang mampu. Program tersebut diawali melalui kerja sama dengan salah seorang mantan anggota DPRD Sulawesi Selatan dalam membantu mahasiswa memperoleh beasiswa KIP Kuliah.
Namun, karena kuota KIP Kuliah yang tersedia sangat terbatas, pihak kampus kemudian mengambil kebijakan memberikan beasiswa lembaga kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan namun belum memperoleh bantuan pemerintah.
“Dalam lima tahun terakhir, kami telah meluluskan sekitar 70 sarjana yang tidak dipungut biaya kuliah sama sekali, mulai semester satu hingga semester delapan. Seluruh biaya pendidikan ditanggung melalui beasiswa,” jelasnya.
Selain menyediakan beasiswa, STIMI Yapmi Makassar juga mengembangkan sistem pembelajaran hybrid yang memungkinkan mahasiswa mengikuti proses perkuliahan secara fleksibel. Model pembelajaran ini dinilai sangat membantu mahasiswa yang bekerja, berasal dari luar daerah, maupun memiliki keterbatasan dalam mobilitas.
Saat ini, kampus menyediakan berbagai skema bantuan pendidikan, mulai dari beasiswa KIP Kuliah, beasiswa lembaga sebesar 10 hingga 100 persen, hingga berbagai bentuk dukungan akademik lainnya.
Ibrahim menegaskan bahwa syarat utama untuk memperoleh bantuan tersebut bukan semata-mata kondisi ekonomi, melainkan adanya kemauan yang kuat untuk belajar, disiplin mengikuti perkuliahan, serta berkomitmen menyelesaikan studi tepat waktu.
“Siapa pun yang memiliki cita-cita menjadi sarjana tetapi terkendala biaya, kami persilakan mendaftar di STIMI Yapmi Makassar. Yang terpenting adalah memiliki semangat belajar dan kesungguhan untuk menyelesaikan pendidikan,” katanya.
Saat ini, STIMI Yapmi Makassar memiliki Akreditasi Baik Sekali baik untuk Program Studi Manajemen maupun institusi. Dengan dukungan sistem pembelajaran berbasis digital, program beasiswa, serta penguatan kualitas akademik, STIMI Yapmi Makassar terus berupaya menjadi perguruan tinggi yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi.

(Redaksi)






