Menu

Mode Gelap
Update Haji 2025: Petugas Mulai Diberangkatkan ke Arafah Sidang Isbat: Hari Raya Idul Adha 6 Juni 2025 Wagub Sulsel Minta TPID dan TP2DD Bergerak Tepat Sasaran Daker Bandara Siap Sambut Kedatangan Gelombang II Jemaah Haji di Jeddah Sempat Viral di Medsos Sejumlah Koper CJH SUB di Madinah Diturunkan dari Bus, Berikut Penjelasannya!

Nasional · 5 Sep 2024 22:37 WITA

Sejarah Singkat Muhammadiyah di Kupang NTT, Tuan Rumah Tanwir 2024


 Sejarah Singkat Muhammadiyah di Kupang NTT, Tuan Rumah Tanwir 2024 Perbesar

NTT, MM | Tanwir Muhammadiyah tahun 2024 rencananya akan digelar pada bulan November mendatang di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembukaan Tanwir 2024 ini bertepatan dengan Milad ke-112 Muhammadiyah. Keputusan ini diambil melalui Konsolidasi Nasional Muhammadiyah yang digelar pada 27 sampai 28 Juli 2024 di Unisa Yogyakarta.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Kamis, 29 Agustus 2024 juga telah menggelar Rapat Pleno di Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Cik Ditiro, No. 26, Kota Yogyakarta dengan salah satu tema pembahasan adalah Tanwir Muhammadiyah. Dari rapat tersebut diketahui tema Tanwir 2024 ini adalah “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua”.

Menuju Tanwir Muhammadiyah di Kupang pada November 2024 mendatang, ada baiknya kita berkenalan secara ringkas tentang sejarah Muhammadiyah di NTT secara keseluruhan, dan khususnya di Kota Kupang tuan rumah Tanwir Muhammadiyah yang juga dikenal sebagai ‘Kota Karang’.

Zainuddin Achied dalam bukunya “Kiprah Perjuangan Muhammadiyah NTT (2011)” menyebutkan bahwa dakwah Muhammadiyah di NTT mulai berkembang sekitar tahun 1930-an. Daerah pertama yang menerima dakwah Muhammadiyah adalah Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka.

Sebagai daerah bandar atau pelabuhan, Geliting menjadi lokasi interaksi hilir mudiknya barang dan manusia di Pulau Flores. Geliting menjadi pintu masuknya kelompok mubalig yang berasal dari Ende yang menimba ilmu dari Bima, Makassar, maupun Jawa yang akan berdakwah di Flores.

Jejak fisik Muhammadiyah di Geliting adalah mimbar masjid yang berhiaskan ornamen logo Muhammadiyah. Dalam buku “Sejarah Universitas Muhammadiyah Kupang (2014)”, disebutkan ada kader Muhammadiyah dari Selayar, Sulsel yang bernama Husaini Daeng Maramba yang juga seorang saudagar datang ke Geliting, (**).

Artikel ini telah dibaca 162 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

Gerak Cepat, STIMI Yapmi Makassar Awali 2026 dengan Dua MoU

2 Januari 2026 - 20:49 WITA

Capaian Kinerja Terbaik, Pemprov Sulteng Raih Prestasi SPM Awards 2025 Tingkat Nasional

26 Mei 2025 - 09:50 WITA

Yatim Piatu Binaan ” Marwan Aras Center” (MAC) Mendapat Bantuan Uang Tunai

17 Mei 2025 - 10:40 WITA

Saudi Apresiasi Indonesia Kelola Haji secara Profesional dan Humanis

18 Januari 2025 - 14:21 WITA

BPIH 2025 Turun, Kepala Badan Penyelenggara Haji Apresiasi Menag dan DPR

9 Januari 2025 - 11:25 WITA

Tinjau SPKLU Bandung, Dirut PLN Pastikan Seluruh Infratruktur EV Siap Layani Masyarakat 24 Jam

27 Desember 2024 - 09:34 WITA

Trending di Nasional