Menu ✖

Mode Gelap
Polres Sidrap Ungkap Curanmor, Dua Residivis Diamankan Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1420/Sidrap Gelar Safari Salat Subuh Berjamaah Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Momentum MAC Berbagi Kualitas SDM dan Teknologi Jadi Prioritas Raker STIMI Yapmi Makassar 2026/2027 STIMI Yapmi Gelar PKKMB Maba 2026 di Kampus dan Pondok Tahfidz

News · 30 Sep 2024 15:43 WITA

Radio Harus Adaptif di Tengah Gempuran Digitalisasi


 Radio Harus Adaptif di Tengah Gempuran Digitalisasi Perbesar

Makassar, MM |Media mainstream radio saat ini menjadi media yang megap-megap karena gempuran transformasi digital. Secara drastis masyarakat beralih dari mendengarkan radio ke media handphone atau gadget. Masyarakat hanya mendengarkan radio saat berada dalam kendaraan roda empat.

Atas dasar inilah, insan radio menggelar diskusi “Tune in and get loud” dalam rangka hari radio dengan tema : “Tantangan Radio Dalam Era Digital”. Acara ini diselenggarakan di Rooftop Mall Nipah, Makassar, Sabtu (28/9/2024).

Tampil sebagai narasumber; Ketua KPID Sulsel Irwan Ade Saputra, Plh Kadis Kominfo SP Sulsel Sultan Rakib, Andi Mangara, Nara B. Baskara, dan Muh. Amiruddin.

Dalam program acara diskusi tersebut yang disiarkan langsung di seluruh radio swasta dan pemerintah di Sulsel bersepakat bahwa radio harus bertranfsormasi sejalan dengan transformasi digital saat ini.

Sultan dari Diskominfo mengatakan, Beda sekarang dengan dulu. Level tertinggi penikmat radio era babyboomer adalah duduk di sampingnya ada radio ada kopi dan mereka menjadikan radio sebagai teman. Generasi X level tertingginya sebagai penikmat radio adalah rela antre di telpon umum untuk engagement berkomentar talkshow atau pesan lagu.

“Sekarang generasi Z, level tertingginya sebagai pendengar radio, saat mereka berada di dalam kendaraan mobil, yang mereka sebut bahwa: oh berita kemarin itu hoax. Artinya apa, gen z banyak terpapar berita hoax di luar, pas dengar radio di mobil mereka sadar bahwa oh lain yang mereka baca dan libat lain mereka dengar. Karena radio adalah media mainstream yang terverifikasi dan terfilter bebas hoax,” ujar Sultan.

Sementara itu, ketua KPID Sulsel Irwan Ade mengatakan bahwa jika radio mau eksis harus adaptif dengan perkembangan zaman. “Harus digital juga sehingga dimanapun kapan pun kita bisa dengar radio,” ujar Irwan.

Andi Mangara sebagai narasumber dan praktisi radio mengatakan bahwa radio tidak akan mati. “Kita berprinsip dengan lagu dave coz, nothing but radio on,” ujar Andi Mangara. (**)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

STIMI YAPMI Buka Program S2 Magister Manajemen dan Wisuda Sarjana Manajemen

5 Oktober 2026 - 14:09 WITA

MAC Kembali Berbagi untuk Panti Asuhan dan Dhuafa di Makassar

30 September 2026 - 09:31 WITA

IKA SMA 4 Makassar Jalin Silaturahmi dan Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

20 September 2026 - 19:39 WITA

S2 Magister Manajemen STIMI Yapmi Makassar Terima Mahasiswa Baru 2026/2027

19 September 2026 - 12:27 WITA

Warga Cempaka Putih Selatan Parepare Khidmat Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

14 September 2026 - 20:58 WITA

Polres Sidrap Ungkap Curanmor, Dua Residivis Diamankan

9 September 2026 - 09:39 WITA

Trending di News