Menu

Mode Gelap
Update Haji 2025: Petugas Mulai Diberangkatkan ke Arafah Sidang Isbat: Hari Raya Idul Adha 6 Juni 2025 Wagub Sulsel Minta TPID dan TP2DD Bergerak Tepat Sasaran Daker Bandara Siap Sambut Kedatangan Gelombang II Jemaah Haji di Jeddah Sempat Viral di Medsos Sejumlah Koper CJH SUB di Madinah Diturunkan dari Bus, Berikut Penjelasannya!

News · 17 Okt 2024 09:56 WITA

Asap pembakaran sampah sangat menganggu peolahraga di Alun – alun Dg Sibali Takalar


 Asap pembakaran sampah sangat menganggu peolahraga di Alun – alun Dg Sibali Takalar Perbesar

TAKALAR, MM | Alun – alun Makkatang Daeng Sibali adalah salah satu ikon Kabupaten Takalar yang selalu di digunakan masyarakat sebagai saranan olahraga hidup sehat dengan melakukan banyak aktifitas termasuk olahraga pagi hari. Akan tetapi yang didapatkan disekitar lokasi tersebut adalah bukannya udara segar melainkan asap gebul dari pembakaran sampah yang berada dibeberapa titik, yang meresahkan masyarakat sedang berolahraga lari pagi maupun pejalan sehat. Kamis (17 Oktober 2024)

Masyarakat yang datang untuk melakukan olahraga jalan sehat maupun lari pagi, menginginkan menghirup udara segar di alun – alun Dg Sibali, karena sebagai tempat Saranan olahraga bagi warga takalar, namun sangat di sayangkan, terlihat beberapa titik petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan pertanahan membakar sampah daun yang menimbulkan asap yang sangat mengganggu aktifitas olahraga pagi bagi masyarakat.

” Salah satu pejalan sehat, Daeng Baji mengatakan, yang melakukan setiap harinya olahraga jalan sehat itu, terlihat menutup hidung dan terbatuk akibat dari asap pembakaran sampah yang dibakar oleh petugas kebersihan di beberapa titik, sehingga mengganggu kegiatan kami hampir setiap pagi pak, saya sudah beberapa kali menegurnya bahkan menghubungi Kabid kebersihan untuk dilakukan pengawasan tapi ternyata masih juga dilakukan” ujarnya.

Daeng baji menambahkan, asap dari sampah ini sangat mengganggu pernafasan, Meski sekilas terlihat praktis dan sampah langsung lenyap, membakar sampah secara terbuka bisa membahayakan kesehatan dalam jangka panjang. Pasalnya, asap hasil pembakaran sampah mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang dapat mengakibatkan polusi udara.

Orang-orang yang berada di sekitar lokasi pembakaran, terutama anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang yang memiliki riwayat penyakit jantung dan paru, berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat menghirup bahan-bahan tersebut.

Daeng baji dikenal sebagai aktifis lingkungan yang sangat konsen dengan issue sampah, berharap ini tidak lagi menjadi kebiasaan yang dilakukan. Tidak dapat dipungkiri polusi udara dari asap dapat berdampak pada kesehatan manusia.

Orang yang terpapar polutan udara ini dapat mengalami iritasi mata dan hidung, kesulitan bernapas, batuk, dan sakit kepala.

Semoga Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan pertanahan bisa melakukan pengawasan terhadap para pekerja mereka di lapangan agar polusi udara bisa di minimalisir “Tegasnya. #(Fgr)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

72 Wisudawan STIMI Yapmi Makassar Siap Berkompetisi di Dunia Kerja

13 April 2026 - 13:48 WITA

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Akan Hadir dalam Acara Wisuda Sarja ke XXIII STIMI Yapmi Makassar

31 Maret 2026 - 14:57 WITA

Di Penghujung Ramadhan, Yayasan Marwan Aras Center (MAC) Kembali Berbagi Bingkisan untuk Warga dan Jamaah

20 Maret 2026 - 13:13 WITA

Ribuan Warga Makassar Shalat Idul Fitri di Kampus Unismuh Makassar

20 Maret 2026 - 11:57 WITA

IKA Alumni SMAN 4 Makassar Angkatan 87 Gelar Buka Puasa Bersama di Cafe Langit/Ulu Juku

15 Maret 2026 - 12:20 WITA

Yayasan Marwan Aras Center (MAC) Berbagi Kebahagiaan Bersama Yatim dan Dhuafa di Bulan Ramadhan 1447 H

13 Maret 2026 - 22:53 WITA

Trending di News