Oknum Sales Mobil Dilaporkan ke Polres Wajo atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan
Wajo, Metromilenial – Seorang konsumen asal Kabupaten Sidrap berinisial HR resmi melaporkan oknum sales salah satu dealer Toyota ke Polres Wajo pada Senin, 24 Agustus 2026. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan dan penggelapan dalam transaksi pembelian kendaraan.
Berdasarkan data yang diterima, laporan tersebut telah teregister melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan yang ditandatangani Pamaparta SPKT Polres Wajo, IPDA Amrullah, S.H.
Dalam laporannya, HR mengaku ditawari pembelian mobil Toyota Rush dengan nomor polisi DP 1041 PH, tahun 2025, oleh terlapor berinisial AS.
“Perjanjiannya smart cash dua kali bayar. Saya sudah setor uang muka Rp250 juta. Ada kuitansi dealernya,” ujar HR dalam keterangannya yang tercantum dalam laporan.
Menurut HR, setelah pembayaran tersebut, terlapor kembali meminta dana sebesar Rp14 juta dengan alasan adanya aturan dari kantor pusat bahwa pembayaran harus dilakukan melalui transfer satu kali. Selanjutnya, HR mendapat informasi bahwa sisa pelunasan sebesar Rp55 juta harus dibayarkan pada Agustus 2026.
Persoalan kemudian muncul ketika pada pertengahan Juli 2026, pihak perusahaan pembiayaan dari Makassar mendatangi kediaman HR di Sidrap untuk menagih tunggakan pembayaran selama dua bulan.
“Baru saya ketahui setelah pihak pembiayaan mendatangi saya terkait pembayaran mobil milik saya yang menunggak,” tulis HR dalam laporannya.
Merasa ada kejanggalan dalam transaksi tersebut, HR kemudian mendatangi kantor dealer Kalla Toyota untuk meminta penjelasan. Pihak perusahaan menyampaikan bahwa oknum karyawan yang dimaksud telah diberhentikan.
Namun, HR mengaku belum sepenuhnya menerima penjelasan tersebut karena pihak dealer belum memperlihatkan surat pemecatan karyawan yang dimaksud.
Atas kejadian tersebut, HR merasa mengalami kerugian dan memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan persoalan tersebut ke Polres Wajo. Ia berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti dan memperoleh penyelesaian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak dealer belum memberikan tanggapan resmi kepada media terkait laporan tersebut.
(Red)






