MAKASSAR, Metromilenial — Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di sejumlah ruas jalan Kota Makassar dinilai memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan usaha kecil dan usaha rumahan. Kawasan bebas kendaraan yang dimanfaatkan sebagai lokasi berjualan menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan usahanya.
Ekonom sekaligus praktisi bisnis STIMI Yapmi Makassar, Dr. Ibrahim Syah, SE., MM., mengatakan keberadaan CFD di kawasan Boulevard dan Jalan Jenderal Sudirman telah membuka ruang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UKM.
“Sejak CFD Boulevard dan Sudirman dibuka, dampaknya sangat besar bagi sektor UKM dalam mempertahankan kelanjutan usaha mereka,” katanya.
Ibrahim memperkirakan perputaran uang selama pelaksanaan CFD di kawasan Boulevard dapat mencapai lebih dari Rp500 juta, dalam rentang waktu pukul 05.00 hingga 10.00 WITA. Sementara itu, perputaran uang di kawasan CFD Sudirman diperkirakan berkisar Rp200 juta hingga Rp250 juta.

Menurutnya, angka tersebut merupakan potensi perputaran transaksi ekonomi yang dapat tercipta dari aktivitas jual beli selama CFD berlangsung.
Ia menilai, pembukaan titik CFD baru berpeluang memperluas kesempatan bagi pelaku UKM untuk memasarkan produk mereka. Meski hanya berlangsung sekali dalam sepekan, kegiatan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi usaha kecil dan rumahan.
“Jika dibuka lagi titik baru, tentu akan sangat membantu sektor UKM dalam mengembangkan usahanya, meski hanya satu kali dalam seminggu,” ujarnya.
Selain CFD, Ibrahim juga menyoroti pentingnya pengembangan kawasan kuliner sebagai alternatif ruang usaha bagi masyarakat. Ia mencontohkan kawasan kuliner di Jalan Bali yang pernah dibuka oleh Pemerintah Kecamatan Wajo.
Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut juga memberikan dampak positif karena menyediakan tempat bagi pelaku usaha untuk menjajakan produk dan menjangkau konsumen.
“Sayangnya, kawasan kuliner di Jalan Bali sudah tutup,” tandasnya.
Ibrahim berharap, pengembangan ruang-ruang ekonomi seperti CFD dan kawasan kuliner dapat terus menjadi perhatian pemerintah. Dengan tersedianya lokasi berjualan yang teratur dan mudah diakses masyarakat, pelaku UKM diharapkan memiliki lebih banyak peluang untuk meningkatkan pendapatan dan menjaga keberlangsungan usaha mereka. (red)






