Lutim– Tahun 2022 tidak lama lagi akan berakhir dan berganti tahun menjadi tahun 2023, momen pergantian tahun ini sering kali di warnai dengan berkonvoi dan acara yang berlebihan oleh sebagian masyarakat.
Khususnya pergantian tahun di Kec.tomoni Kabupaten Luwu timur, Sulawesi Selatan, seringkali di warnai dengan konvoi-konvoi motor oleh masyarakat dan sekelompok pemuda yang ingin merayakan pergantian tahun, seperti tahun-tahun sebelumnya.
Konvoi-konvoi motor menggunakan kendalpot bogarpun sering kali dilakukan oleh sekelompok pemuda yang ingin meryakan pergantian tahun
AKP Nyoman Saturaja, Kapolsek Mangkutana Menaggapi hal tersebut, pihaknya akan terus memantau situasi menjelang pergantian tahun baru.
Pihaknya juga kemungkinan akan meminta tambahan personil keamanan kepada pimpinan, untuk pengamanan pergantian tahun baru di Polsek Mangkutana, karena melihat titik kumpul perayaan tahun baru itu ada di, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu timur, Sulawesi Selatan. Saat di konfirmasi metromilenial.id Jumat (30/Desember/2022).
Terkait adanya konvoi dengan kendalpot bogar, di malam pergantian tahun AKP Nyoman, mengatakan dia akan bekerjasama dengan Kasatlantas polres Luwu timur, untuk mengamankan kendaraan yang menggunakan kendalpot bogar tersebut.
“Kalau ada konvoi-konvoi bogar-bogar, nanti saya kerjasama dengan pak Kasatlantas, Karena kami di Polsek tidak punya tilangan”. Katanya.
Lanjut AKP Nyoman, ” Insiatif saya sendiri kalau memamg ada kendalpot yang memang mengganggu, mingkin saya amankan kalau memeng mau ambil motornya ya, ganti kendalpotnya”.
“Kita pantau terus karena kemungkinan kami minta pengamanan tambahan BKO di Polsek Mangkutana ini, karena melihat titik kumpulnya di daerah tomoni, jadi saya kemarin sudah ngomong sama pimpinan minta tambahan personil pengamanan”. Terangnya.
Dalam rangka menyambut pergantian tahun baru, dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga ke amanan wilayah tomoni dan khususnya Luwu timur.
“Untuk menyambut tahun baru janganlah berlebihan dan tetap menjaga keamanan wilayah tomoni, khususnya Luwu timur ini”. Tutupnya, (Baso).






