Menu

Mode Gelap
Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1420/Sidrap Gelar Safari Salat Subuh Berjamaah Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Momentum MAC Berbagi Kualitas SDM dan Teknologi Jadi Prioritas Raker STIMI Yapmi Makassar 2026/2027 STIMI Yapmi Gelar PKKMB Maba 2026 di Kampus dan Pondok Tahfidz Oknum Sales Mobil Dilaporkan ke Polres Wajo atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan

News · 3 Nov 2023 07:05 WITA

Masuk Musim Transisi, Masyarakat Diminta Waspada Hadapi Perubahan Iklim


 Masuk Musim Transisi, Masyarakat Diminta Waspada Hadapi Perubahan Iklim Perbesar

MM, Pinrang —  Kunjungan kerja Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin di Kabupaten Pinrang disambut hujan sesaat setelah tiba, Kamis, 2 November 2023. Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, menyebut kedatangan Bahtiar membawa berkah, setelah sekian lama tidak hujan selama musim kemarau. Sepanjang perjalanan kembali ke Kota Makassar hujan juga turun.

“Alhamdulillah, kita dari Pinrang, hujan sudah turun hari ini,” kata Bahtiar, di Rumah Jabatan Gubernur, Kamis malam, 2 November 2023.

Bahtiar menyebutkan, hujan sudah mulai turun di Sulsel sesuai prediksi dari BMKG yang disampaikan kepadanya.

“Sesuai dengan prediksi BMKG, dua hari lalu kita rapat sama dan disampaikan tanggal 2 November itu tepat. Ini ilmu luar biasa, sepanjang jalan tadi hujan,” sebutnya.

Ia pun telah melakukan koordinasi untuk dilakukan hujan buatan, karena sudah ada awan tebal.

“Saya berkoordinasi dengan BMKG dan teman-teman angkatan udara dan BRIN, kalau memang awan tebal memungkinkan dilakukan,” imbuhnya.

Namun, kata Bahtiar, hujan ini adalah hujan transisi. Hujan dari musim kemarau ke musim hujan.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi perubahan iklim dari musim kemarau ke musim hujan. Sebagian wilayah di Sulsel sudah memasuki musim hujan.

Pemprov juga melalui dinas terkait akan melakukan upaya hal tersebut. Beberapa lalu sudah meminta dilakukan fogging dan penyemprotan, terutama munculnya jentik nyamuk.

Tidak kalah pentingnya, sebut Bahtiar adalah masyarakat untuk melakukan bersih-bersih di lingkungan sekitarnya, bergotong royong.

Terbentuknya genangan pada penampungan ataupun lubang-lubang akibat air hujan, merupakan salah satu hal yang dapat mengundang penyakit di musim penghujan seperti saat ini, salah satunya adalah demam berdarah dengue. Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang terbentuk akibat dari adanya infeksi virus dengue yang masuk kedalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Berbagai upaya pencegahan terhadap penyakit DBD sudah harus menjadi kesadaran bersama, baik pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat.

“Orang Sulsel punya tradisi gotong royong yang kuat sejak dulu. Terutama saluran air yang tergenang. Masyarakat diajak, paling baik juga ketika ada inisiatif warga. Sama-sama kita menjaga daerah kita,” pesannya. (MM/**)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

STIMI Yapmi Makassar Gelar Wisuda Sarjana 03 Oktober 2026

2 September 2026 - 12:26 WITA

Safari Maulid Nabi, KM. Wahyuddin, S.Ag., M.E. Tebar Kebaikan dari Jayapura hingga Serui

1 September 2026 - 21:03 WITA

URC Resmob Polres Sidrap Ungkap Pencurian HP di Rumah Kost

31 Agustus 2026 - 20:49 WITA

Kapolres Sidrap Ajak Mahasiswa Jaga Nama Baik Sidrap 

31 Agustus 2026 - 20:45 WITA

Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1420/Sidrap Gelar Safari Salat Subuh Berjamaah

31 Agustus 2026 - 13:41 WITA

Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Momentum MAC Berbagi

30 Agustus 2026 - 13:31 WITA

Trending di News