JAYAPURA, Metromilenial — Perjalanan dakwah kembali menggema di Bumi Papua. Penceramah KM. Wahyuddin, S.Ag., M.E., yang juga Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, melaksanakan safari dakwah di tiga wilayah di Provinsi Papua, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Kepulauan Yapen (Serui), dan Biak, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kunjungan tersebut merupakan kali ketiga KM. Wahyuddin melakukan safari dakwah ke Papua. Kegiatan ini diprakarsai oleh sesepuh Bugis Makassar di Serui, H. Mas’udi Said dan H. Anwar, selaku Penasehat dan Ketua MAPPASIRAPI.
Rangkaian kegiatan diawali di Kota Jayapura dengan menyambangi sejumlah masjid, pondok pesantren, majelis taklim, serta bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat.
Selama berada di Jayapura, kegiatan dakwah difasilitasi oleh sejumlah tokoh agama, di antaranya Ust. H. Muhammad Taufiqurrahman, pimpinan Pondok Pesantren Darul Qur’an WadDa’wah Jayapura; Ust. H. Burhan Abdullah, Imam Masjid Al Mahdi sekaligus Penyuluh Agama Islam di Jayapura; Ust. H. Burhanuddin, Kepala KUA Jayapura Selatan; serta Ust. Mudassir Rasyid, Imam Masjid Al Jihad Argapura.

Safari dakwah kemudian dilanjutkan ke Serui atas undangan masyarakat muslim setempat.
Di Serui, KM. Wahyuddin mengisi pengajian bersama Komunitas Masyarakat Buton serta komunitas Sulawesi Selatan yang berasal dari Maros, Parepare, Sidrap, dan Pinrang. Selain itu, ia juga mengisi 11 episode pengajian di Masjid Darul Furqan serta bersilaturahmi dengan masyarakat nelayan asal Sulawesi Selatan.
Selama berada di Serui, kegiatan dakwah tersebut juga berkolaborasi dengan Ustadz H. Firmadi Shaleh, Lc., M.Pd.
Menurut KM. Wahyuddin, perjalanan ke Papua tidak hanya menjadi kesempatan untuk menyampaikan dakwah, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal keberagaman budaya dan keindahan alam Papua.
“Kami tidak hanya berdakwah, tapi juga belajar budaya dan menikmati keindahan alam Papua yang disebut ‘Surga Kecil yang Tersembunyi’,” ujarnya.
Safari Maulid Nabi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangun persaudaraan antarmasyarakat di Bumi Cenderawasih.
(Mul/red)






