Menu ✖

Mode Gelap
Polres Sidrap Ungkap Curanmor, Dua Residivis Diamankan Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1420/Sidrap Gelar Safari Salat Subuh Berjamaah Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Momentum MAC Berbagi Kualitas SDM dan Teknologi Jadi Prioritas Raker STIMI Yapmi Makassar 2026/2027 STIMI Yapmi Gelar PKKMB Maba 2026 di Kampus dan Pondok Tahfidz

News · 29 Mei 2024 18:25 WITA

PJ Gubernur Sulsel Hadiri Pembukaan  Konferwil XIV NU, Ini Pesannya! 


 PJ Gubernur Sulsel Hadiri Pembukaan  Konferwil XIV NU, Ini Pesannya!  Perbesar

MAKASSAR, MM | Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh, menghadiri pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XIV Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel, di Sultan Alauddin Hotel Makassar, Rabu, 29 Mei 2024. Hadir Wakil Rais Syuriah PBNU, Dr. KH. Zainal Abidin; Ketua PBNU, Dr. KH. Abdullah Latopada; Wakil Sekjen PBNU, Dr. KH. H. Andi Sahabuddin, dan Rektor UIN Alauddin, Prof. H. Hamdan Juhannis.

Prof Zudan menjelaskan bahwa konferensi wilayah memiliki peran penting dan strategis untuk menyamakan pandangan. Dia menyampaikan tiga hal. Pertama, meneladani nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah SAW, kemudian peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Serta peran NU dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif dalam setiap kontestasi politik.

“Tentu, menyamakan frekuensi hati kita untuk bisa bersama-sama menjaga umat dan melayani umat,” ujarnya.

Dalam kepemerintahan dan kepemimpinan, meneladani nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah, sifat-sifatnya dapat menjadi pedoman dalam memimpin, dengan sifat sidiq (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathonah (cerdas).

“Kepemimpinan Qur’ani yang kemudian dijabarkan oleh Rasulullah, mari model kepemimpinan tersebut kita dorong terus ke semua jajaran,” tuturnya.

Dengan meneladani nilai-nilai kepemimpinan tersebut, diharapkan menjadikan pemimpin yang adil, bijaksana, dan membawa manfaat bagi orang lain.

” Saya selalu menyampaikan itu, Bapak dan Ibu, kepada anak-anak muda kita dan jajaran birokrasi,” imbuhnya.

Prof Zudan mengapresiasi berbagai upaya dalam pengembangan SDM oleh NU, baik melalui pondok pesantren maupun melalui sekolah-sekolah formal. Dia menitipkan kepada jajaran NU yang mengelola langsung pendidikan itu, setidaknya dapat menghilangkan kekerasan di dunia pendidikan. Termasuk kekerasan verbal, sehingga pesantren menjadi tempat pendidikan yang menyenangkan dan menenangkan.

“Dunia pesantren ini harus kita bangun menjadi suasana yang menyenangkan, sehingga anak-anak nyaman menempuh pendidikan,” harapnya.

Sedangkan dalam rangka menjaga umat, NU juga memiliki peran membangun suasana yang aman dan kondusif dalam Pilkada.

“Mari kita saling mendoakan, sehingga terbangun aura positif saling mendoakan, semoga masyarakat Sulsel berbahagia, jauhkan kami dari musibah, dari bahaya dan fitnah,” pesannya. (**)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

STIMI YAPMI Buka Program S2 Magister Manajemen dan Wisuda Sarjana Manajemen

5 Oktober 2026 - 14:09 WITA

MAC Kembali Berbagi untuk Panti Asuhan dan Dhuafa di Makassar

30 September 2026 - 09:31 WITA

IKA SMA 4 Makassar Jalin Silaturahmi dan Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

20 September 2026 - 19:39 WITA

S2 Magister Manajemen STIMI Yapmi Makassar Terima Mahasiswa Baru 2026/2027

19 September 2026 - 12:27 WITA

Warga Cempaka Putih Selatan Parepare Khidmat Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

14 September 2026 - 20:58 WITA

Polres Sidrap Ungkap Curanmor, Dua Residivis Diamankan

9 September 2026 - 09:39 WITA

Trending di News