Menu

Mode Gelap
Update Haji 2025: Petugas Mulai Diberangkatkan ke Arafah Sidang Isbat: Hari Raya Idul Adha 6 Juni 2025 Wagub Sulsel Minta TPID dan TP2DD Bergerak Tepat Sasaran Daker Bandara Siap Sambut Kedatangan Gelombang II Jemaah Haji di Jeddah Sempat Viral di Medsos Sejumlah Koper CJH SUB di Madinah Diturunkan dari Bus, Berikut Penjelasannya!

News · 30 Sep 2024 15:43 WITA

Radio Harus Adaptif di Tengah Gempuran Digitalisasi


 Radio Harus Adaptif di Tengah Gempuran Digitalisasi Perbesar

Makassar, MM |Media mainstream radio saat ini menjadi media yang megap-megap karena gempuran transformasi digital. Secara drastis masyarakat beralih dari mendengarkan radio ke media handphone atau gadget. Masyarakat hanya mendengarkan radio saat berada dalam kendaraan roda empat.

Atas dasar inilah, insan radio menggelar diskusi “Tune in and get loud” dalam rangka hari radio dengan tema : “Tantangan Radio Dalam Era Digital”. Acara ini diselenggarakan di Rooftop Mall Nipah, Makassar, Sabtu (28/9/2024).

Tampil sebagai narasumber; Ketua KPID Sulsel Irwan Ade Saputra, Plh Kadis Kominfo SP Sulsel Sultan Rakib, Andi Mangara, Nara B. Baskara, dan Muh. Amiruddin.

Dalam program acara diskusi tersebut yang disiarkan langsung di seluruh radio swasta dan pemerintah di Sulsel bersepakat bahwa radio harus bertranfsormasi sejalan dengan transformasi digital saat ini.

Sultan dari Diskominfo mengatakan, Beda sekarang dengan dulu. Level tertinggi penikmat radio era babyboomer adalah duduk di sampingnya ada radio ada kopi dan mereka menjadikan radio sebagai teman. Generasi X level tertingginya sebagai penikmat radio adalah rela antre di telpon umum untuk engagement berkomentar talkshow atau pesan lagu.

“Sekarang generasi Z, level tertingginya sebagai pendengar radio, saat mereka berada di dalam kendaraan mobil, yang mereka sebut bahwa: oh berita kemarin itu hoax. Artinya apa, gen z banyak terpapar berita hoax di luar, pas dengar radio di mobil mereka sadar bahwa oh lain yang mereka baca dan libat lain mereka dengar. Karena radio adalah media mainstream yang terverifikasi dan terfilter bebas hoax,” ujar Sultan.

Sementara itu, ketua KPID Sulsel Irwan Ade mengatakan bahwa jika radio mau eksis harus adaptif dengan perkembangan zaman. “Harus digital juga sehingga dimanapun kapan pun kita bisa dengar radio,” ujar Irwan.

Andi Mangara sebagai narasumber dan praktisi radio mengatakan bahwa radio tidak akan mati. “Kita berprinsip dengan lagu dave coz, nothing but radio on,” ujar Andi Mangara. (**)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

72 Wisudawan STIMI Yapmi Makassar Siap Berkompetisi di Dunia Kerja

13 April 2026 - 13:48 WITA

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Akan Hadir dalam Acara Wisuda Sarja ke XXIII STIMI Yapmi Makassar

31 Maret 2026 - 14:57 WITA

Di Penghujung Ramadhan, Yayasan Marwan Aras Center (MAC) Kembali Berbagi Bingkisan untuk Warga dan Jamaah

20 Maret 2026 - 13:13 WITA

Ribuan Warga Makassar Shalat Idul Fitri di Kampus Unismuh Makassar

20 Maret 2026 - 11:57 WITA

IKA Alumni SMAN 4 Makassar Angkatan 87 Gelar Buka Puasa Bersama di Cafe Langit/Ulu Juku

15 Maret 2026 - 12:20 WITA

Yayasan Marwan Aras Center (MAC) Berbagi Kebahagiaan Bersama Yatim dan Dhuafa di Bulan Ramadhan 1447 H

13 Maret 2026 - 22:53 WITA

Trending di News