Menu

Mode Gelap
Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1420/Sidrap Gelar Safari Salat Subuh Berjamaah Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Momentum MAC Berbagi Kualitas SDM dan Teknologi Jadi Prioritas Raker STIMI Yapmi Makassar 2026/2027 STIMI Yapmi Gelar PKKMB Maba 2026 di Kampus dan Pondok Tahfidz Oknum Sales Mobil Dilaporkan ke Polres Wajo atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Daerah · 8 Jan 2026 10:08 WITA

Tim Pendampingan Manajemen BUMDes STIMI Yapmi Makassar Petakan Potensi Bisnis Desa Compong, Sidrap


 Tim Pendampingan Manajemen BUMDes STIMI Yapmi Makassar Petakan Potensi Bisnis Desa Compong, Sidrap Perbesar

SIDRAP, MM — Tim pendampingan manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) STIMI Yapmi Makassar mengunjungi fasilitas peternakan ikan nila sistem bioflok milik BUMDes Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (7/1/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA) antara Pemerintah Desa Compong dan STIMI Yapmi Makassar, yang langsung ditindaklanjuti dengan pemetaan potensi usaha desa.

“MoU dan MoA sudah ditandatangani, sehingga kami langsung melakukan pemetaan potensi untuk disusun menjadi rencana bisnis BUMDes,” ujar Dr. Ibrahim Syah, SE., MM, Ketua STIMI Yapmi Makassar, usai meninjau sejumlah potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi bisnis unggulan BUMDes Desa Compong pada tahun 2026.

Sementara itu, Kepala Desa Compong, Egy Sunardi Nurdin, S.Pd., M.Si, menjelaskan bahwa desanya memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan BUMDes. Di antaranya wisata alam air terjun, budidaya ikan nila, jagung, gula aren, cengkeh, serta berbagai komoditas buah seperti jeruk nipis dan durian.

“Saat ini BUMDes sudah mengelola beberapa unit usaha, seperti wisata air terjun, produk hilir gula aren berupa gula semut aneka rasa, serta budidaya ikan nila,” jelasnya.

Menurut Egy, kerja sama dengan STIMI Yapmi Makassar bertujuan agar roda bisnis BUMDes dapat berjalan lebih optimal, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi desa ke depan.

Dr. Ibrahim Syah menambahkan, tim pendampingan telah memetakan potensi usaha yang akan menjadi fokus pengembangan BUMDes. Pihak kampus, lanjutnya, akan mengawal proses penguatan BUMDes secara menyeluruh, mulai dari perbaikan manajemen organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola keuangan, digitalisasi, hingga strategi pemasaran.

“Desa Compong kami jadikan sebagai proyek percontohan Kampus Berdampak STIMI Yapmi Makassar tahun 2026, selain Desa Buae di Kabupaten Sidrap,” pungkasnya.
(STIMI/Markom)

Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

Dosen STIMI YAPMI Makassar Raih Hibah Penelitian Kemendiktisaintek Tahun 2026

19 Mei 2026 - 18:32 WITA

Dosen STIMI Yapmi Makassar, Nur Apriyani Raih Gelar Doktor dengan IPK Sempurna 4.00

15 Mei 2026 - 10:09 WITA

28 Mahasiswa STIMI Yapmi Makassar Ikuti Ujian Proposal Penelitian

15 Mei 2026 - 09:52 WITA

Menuju Kampus Global, Tendik STIMI Yapmi Makassar Lolos Workshop Nasional “Tendik Berdampak” di Solo

7 April 2026 - 12:13 WITA

Pekan Pertama CFD Boulevard Diserbu Pengunjung

5 Januari 2026 - 11:14 WITA

Gerak Cepat, STIMI Yapmi Makassar Awali 2026 dengan Dua MoU

2 Januari 2026 - 20:49 WITA

Trending di Advetorial