Surakarta, Metromilenial — Program nasional Tendik Berdampak memasuki tahap puncak melalui pelaksanaan workshop benchmarking yang digelar secara luring di berbagai perguruan tinggi mitra di Indonesia. Salah satu peserta yang berhasil lolos seleksi adalah Iman Prasetyo Amir, S.M., tenaga kependidikan (tendik) dari STIMI YAPMI Makassar.
Iman terpilih untuk mengikuti pendalaman bidang Analis Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) yang dipusatkan di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, pada April 2026.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak akhir 2025, meliputi seminar nasional hybrid bertema “AI dalam Pelayanan Prima: Meningkatkan Efisiensi dan Kualitas Pelayanan Pendidikan” serta pembelajaran melalui platform digital MOOC ICE-Institute.
Dalam arahannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa transformasi tenaga kependidikan menjadi kunci dalam mewujudkan layanan pendidikan tinggi yang adaptif dan profesional di era digital.
Pemilihan UNS sebagai lokasi benchmarking bidang SDMA didasarkan pada reputasinya dalam pengelolaan sumber daya manusia. Selain UNS, program ini juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi ternama lainnya sebagai pusat pembelajaran, antara lain:
- IPB University (Pranata Laboratorium Pendidikan)
- BINUS University (Pranata Humas)
- Universitas Gadjah Mada (Pranata Komputer)
- Universitas Airlangga (Arsiparis)
- Universitas Indonesia (Pustakawan)
- Universitas Padjadjaran (Analis Kebijakan)
Selama workshop yang berlangsung di The Alana Solo Hotel & Convention Center, peserta mendapatkan materi terkait manajemen SDM strategis berbasis investasi, yang menempatkan pegawai sebagai aset utama organisasi.

Sebagai perwakilan STIMI YAPMI Makassar, Iman juga melakukan studi banding terhadap sistem pengelolaan SDM di UNS untuk kemudian diadaptasi dalam meningkatkan kualitas layanan administrasi di kampusnya.
Kehadiran STIMI YAPMI dalam forum nasional ini menjadi bukti komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas tenaga kependidikan agar lebih profesional, adaptif, dan berdampak.
Ketua STIMI Yapmi Makassar, Dr. Ibrahim Syah, S.E., M.M., menegaskan bahwa capaian tersebut sejalan dengan visi kampus menuju level global.
“Kami berkomitmen membawa STIMI Yapmi Makassar menjadi kampus global berbasis teknologi digital,” tegasnya.
(red)







