Sidrap, Metromilenial – Seluruh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), akan menjadi lokasi percontohan pengelolaan BUMDes berkelanjutan melalui program pendampingan Kampus STIMI Yapmi Makassar. Program ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara STIMI Yapmi Makassar dan Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua STIMI Yapmi Makassar, Dr. Ibrahim Syah, SE., MM, bersama Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, S.IP., MM, di Ruang Kerja Bupati Sidrap pada Senin, 3 Agustus 2026.
Ketua STIMI Yapmi Makassar, Dr. Ibrahim Syah, menjelaskan bahwa implementasi awal dari kerja sama tersebut adalah pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan Profesi (KKLP) mahasiswa STIMI Yapmi Makassar yang akan dipusatkan di tujuh desa di Kecamatan Pitu Riase.
“Pak Bupati menegaskan agar BUMDes di Kecamatan Pitu Riase dijadikan sebagai percontohan sehingga hasil pendampingannya dapat menjadi model bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Sidrap,” ujarnya.
Menurut Ibrahim, mahasiswa bersama tim dosen akan melakukan pendampingan secara komprehensif, mulai dari pemetaan potensi desa, penguatan kelembagaan, penyusunan rencana bisnis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi pengelolaan, hingga strategi pemasaran produk BUMDes.

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, STIMI Yapmi Makassar akan menggelar pertemuan koordinasi bersama Camat Pitu Riase dan seluruh kepala desa di wilayah tersebut.
“InsyaAllah kami akan mengadakan pertemuan dengan Camat Pitu Riase dan para kepala desa pada Rabu, 5 Agustus 2026, untuk menyusun langkah-langkah implementasi program pendampingan,” tambahnya.
Turut hadir dalam penandatanganan MoU tersebut Camat Pitu Riase, Andi Mukti Ali, SE., M.Adm.Pemb., yang menyatakan dukungannya terhadap program pendampingan BUMDes sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, STIMI Yapmi Makassar menegaskan komitmennya sebagai kampus berdampak yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam penguatan ekonomi desa melalui pengelolaan BUMDes yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan.
(Marcom/Humas STIMI)






