Menu

Mode Gelap
Update Haji 2025: Petugas Mulai Diberangkatkan ke Arafah Sidang Isbat: Hari Raya Idul Adha 6 Juni 2025 Wagub Sulsel Minta TPID dan TP2DD Bergerak Tepat Sasaran Daker Bandara Siap Sambut Kedatangan Gelombang II Jemaah Haji di Jeddah Sempat Viral di Medsos Sejumlah Koper CJH SUB di Madinah Diturunkan dari Bus, Berikut Penjelasannya!

News · 7 Mar 2024 18:52 WITA

Meneroka Praktik Korupsi dan Eksploitasi Lingkungan di Pesisir Takalar


 Meneroka Praktik Korupsi dan Eksploitasi Lingkungan di Pesisir Takalar Perbesar

MAKASSAR, MM | Transparency International Indonesia (TI Indonesia) bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanudin serta Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Takalar (HIPERMATA) meluncurkan kajian terbarunya yang menyoroti isu korupsi di sektor kelautan dan perikanan.

Kawasan pesisir Kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan menjadi fokus penelitian dalam riset kelautan dan
perikanan ini. Pesisir Takalar merupakan salah satu kawasan di Sulawesi Selatan yang banyak dihuni
oleh komunitas nelayan tradisional. Komunitas nelayan di Takalar ini dikenal sebagai pelaut pengembara jarak jauh di perairan Indonesia.

Namun, kehidupan kelautan dan budaya pengembaraan jarak jauh yang mereka lakukan kerap membawa risiko yang tidak dapat dihindari, salah satunya
adalah korupsi di tingkat tapak. Mulai dari perizinan yang tidak transparan hingga pengelolaan sumber
daya kelautan yang monopolistik.

Dalam kajian anyar tersebut, TI Indonesia mengusung pendekatan etnografi cepat untuk menguak dua
fenomena yang disinyalir merugikan negara, yakni eksploitasi lingkungan khususnya yang terjadi di
kawasan pesisir Kabupaten Takalar serta praktik-praktik korupsi di sektor kelautan dan perikanan yang
mengancam komunitas nelayan di Takalar.

Dalam keterangannya Danang Widoyoko selaku Sekretaris Jenderal TI Indonesia mengungkapkan bahwa pendekatan etnografi dipilih agar dapat memotret realita kehidupan nelayan yang juga
terdampak oleh praktik-praktik korupsi di sektor kelautan serta untuk mendekatkan secara emosional
masalah ini kepada pengambil kebijakan.

“Pendekatan etnografi ini dipilih untuk menarasikan dalam perspektif korban yaitu komunitas nelayan,” papar Danang (7/3).

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, utamanya kampus dan para mahasiswa untuk mengambil peran dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kita menyadari bahwa korupsi
itu merupakan salah satu ancaman terbesar yang saat ini dihadapi oleh bangsa ini, bukan hanya di Jakarta, kita juga menemukannya di sini. Kami mengajak civitas academia di kampus maupun para mahasiswa untuk berpihak kepada masyarakat terdampak sekaligus ambil bagian dari upaya
pemberantasan korupsi,” jelas Danang Widoyoko dalam sambutannya.

Dekan Fisip Universitas Hasanudin, Prof. Dr. Phil Sukri Tamma, M.Si menyambut baik riset tersebut dan berkomitmen untuk mengawal upaya pemberantasan korupsi khususnya di Sulawesi Selatan.

“Kami menyambut baik hasil riset ini, dan siap mengawal pemberantasan korupsi di Indonesia, dimulai
dari Sulawesi Selatan,” tandasnya.

Selain Prof. Sukri, hadir sebagai penaggap lainnya dalam kegiatan peluncuran hasil riset tersebut
diantaranya; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Takalar H. Syamsudin S., S.pi, Direktur Anti- Corruption Commintee (ACC) Sulawesi Kadir Wakanobun, dan Himpunan Pemerhati Nelayan Takalar
(HPNT) Nurul Fauzi Assiddiq
Transparency International Indonesia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat luas, untuk bersatu dalam upaya pemberantasan korupsi dan perlindungan lingkungan, (**).

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

STIMI YAPMI Makassar Canangkan Digitalisasi Kampus Menuju Kampus Global

20 Juli 2026 - 12:43 WITA

Pelaksanaan UAS STIMI Yapmi Makassar Ditinjau Langsung Jajaran Pimpinan Kampus

13 Juli 2026 - 17:41 WITA

Perkuat Kerja Sama, STIMI Yapmi Makassar dan STIE YPUP Teken MoU Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

12 Juli 2026 - 22:54 WITA

Yayasan Marwan Aras Center (MAC) Kembali Berbagi di Bulan Muharram 1448 H

29 Juni 2026 - 15:51 WITA

STIMI Yapmi Makassar Terapkan Sistem Pembelajaran Hybrid untuk Mahasiswa Kurang Mampu

29 Juni 2026 - 15:49 WITA

Semua PTS Berpeluang Meraih Akreditasi Unggul

27 Juni 2026 - 09:56 WITA

Trending di News