MAKASSAR, MM | Launching PROFAS health life dengan menggelar Jalan sehat 5k. Star mulai dari depan sekretariat PROFAS Jalan Anggrek Raya No.10 Blok G Paropo, Kecamatan Panakukang, Makassar, Minggu 5 Mei 2024.
Kegiatan tersebut di launching oleh Prof Dr Budu direktur pascasarjana Unhas dan mantan dekan fakultas kedokteran Unhas dan ketua persatuan dokter mata se-Indonesia.
Sementara itu dr.Putri Permatasari, Selaku direktur pelaksana healthy life By PROFAS institut mengatakan PROFAS Institut ada berbagai bidang salah satunya healthy life yang dimana tengah melakukan soft launching dengan Jalan sehat 5k.
” Kedepannya berharap dapat membuat kegiatan lainnya seperti seminar, talksow, kemudian webinar, dan sharing -sharing kepada guru kita yang ahli di bidangnya masing-masing. Seperti halnya tadi beliau yang membuka gerak Jalan yakni Prof Budu Beliau merupakan dekan Pascasarjana sarjana Unhas beground dari spesialis mata yang sangat welcome untuk nantinya memberikan materi,” kata Putri yang merupakan Dokter lulusan Unhas.
Putri juga berharap dengan adanya PROFAS Institut dapat membuka jaringan yang luas dan yang terpenting adalah tali silaturahmi untuk semua dan bagaimana bisa bermanfaat untuk orang lain sesuai dengan keahlian masing-masing.

” Disini ada berbagai kalangan, tidak hanya Dokter saja kan, dan semua punya beground masing-masing dibidangnya,” ujarnya.
Diketahui PROFAS institut merupakan singkatan dari (Profesional, Rahmat, Optimis, Fathanah, Siddiq) dan sudah Launching pada 17 Ramadhan yang lalu.
Prof Muh Asdar, S.E., M.Si selaku Owner/Presiden PROFAS Institut mengatakan didirikan untuk membantu orang mau mendapatkan ilmu tetapi kekurangan biaya, dan PROFAS ini sementara terbilang baru dan masih daring (Online).
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Gowa, dr.Suryadi, MKM.Mars,DFSH,DMSH, Mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, tidak banyak masyarakat yang ingin membentuk komunitas- komunitas yang menggabungkan aktivitas yang sifatnya akademik dan kesehatan serta mengembangkan ekonomi-ekonomi kemasyarakatan.
” Tiga hal ini sekira masyarakat akan sangat terbantu, termotivasi dan kita butuh orang- orang yang mempunyai inovasi seperti Prof Asdar dengan komunitasnya untuk bisa menggerakan masyarakat dan kita liat betul- betul ini bergerak atas dasar dorongan dari dalam untuk bisa membangun kesehatan Masyarakat,” ucapnya.
Ia juga berharap hal tersebut bisa ditularkan ke komunitas yang lain sehingga dapat berkolaborasi dan membentuk komunitas kesehatan masyarakat seperti ini.
Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan foto bersama dan berdiskusi, (**).






