Menu

Mode Gelap
Update Haji 2025: Petugas Mulai Diberangkatkan ke Arafah Sidang Isbat: Hari Raya Idul Adha 6 Juni 2025 Wagub Sulsel Minta TPID dan TP2DD Bergerak Tepat Sasaran Daker Bandara Siap Sambut Kedatangan Gelombang II Jemaah Haji di Jeddah Sempat Viral di Medsos Sejumlah Koper CJH SUB di Madinah Diturunkan dari Bus, Berikut Penjelasannya!

News · 19 Jan 2025 00:30 WITA

Opini Ulama Asal Sulsel Dimuat di Koran Amerika


 Opini Ulama Asal Sulsel Dimuat di Koran Amerika Perbesar

NEW YORK, MM |  Muthahhir Arif, dai asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang kini jadi imam di Masjid Istiqlal, Houston, Texas, Amerika Serikat membuat catatan opini untuk kebakaran dahsyat di Los Angeles.

Muthahhir memberi judul “Looking Within Ourselves” untuk tulisannya itu. Tulisan yang dimuat salah satu surat kabar di Amerika, New York News.

Muthahhir mengajak pembacanya untuk mengambil hikmah dari peristiwa di ealah satu kota termewah di dunia itu. Bagaimana dalam hitungan jam, semua ludes. Kerugian hingga ratusan triliun jika dikurs rupiah.

Kebakaran dahsyat yang diperparah dengan derasnya Angin Santa Ana melahap seluruh kota. “Kita diingatkan betapa rapuhnya manusia di hadapan kekuasaan Allah,” tulisnya.

Musibah ini, lanjut putra dari KH Arif Marzuki, pimpinan Ponpes Darul Istiqamah itu, adalah cermin, sebuah pesan agar kita tidak larut dalam gemerlap dunia.

Sebuah peringatan bagi kita semua untuk kembali melihat diri. Sudahkah hidup kita diisi dengan rasa syukur ataukah kita terlalu sibuk mengejar dunia hingga lupa pada akhirat?

Muthahhir mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad saw, yakni “Orang yang paling cerdas adalah dia yang paling banyak mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuknya.”

Peristiwa semacam ini, ajak Muthahhir, hendaknya tidak hanya kita pandang sebagai berita bencana, tetapi sebagai panggilan untuk bertobat, membersihkan hati, dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah.

Musibah adalah teguran yang halus tapi penuh makna. Jangan sampai kita terlena dan baru sadar ketika semuanya sudah terlambat.

Kembali melihat diri berarti merenungi siapa kita tanpa nikmat Allah. Apa yang kita banggakan? Kekayaan, teknologi, kekuasaan, semuanya bisa lenyap sekejap jika Allah berkehendak.

“Kun Fayakun!”

Maka, mari jadikan setiap detik hidup ini untuk mendekat kepada-Nya. Dengan keyakinan penuh bahwa rahmat-Nya selalu lebih besar daripada murka-Nya, selama kita mau kembali kepada-Nya.

Sebab bukan kita yang hebat tetapi pertolongan dan rahmat Allah yang membuat semuanya mudah.

Muthahhir beberapa kali menjadi imam di berbagai masjid di berbagai kota di Negeri Paman Sam. Pada 2016, Muthahhir bahkan ikut menginisiasi pesantren pertama di Amerika bernama Nur Inka Nusantara Madani, bersama Imam Shamsi Ali, ulama asal Bulukumba yang juga imam di Islamic Center of New York.

Sejak Juni 2024, pria bergelar doktor itu juga memboyong istrinya Andi Hidayah Tenriajeng, serta tiga dari delapan buah hati mereka karena akan menjalani tugas panjang di Texas. (**)

Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Tim Kreatif

Baca Lainnya

Pelaksanaan UAS STIMI Yapmi Makassar Ditinjau Langsung Jajaran Pimpinan Kampus

13 Juli 2026 - 17:41 WITA

Perkuat Kerja Sama, STIMI Yapmi Makassar dan STIE YPUP Teken MoU Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

12 Juli 2026 - 22:54 WITA

Yayasan Marwan Aras Center (MAC) Kembali Berbagi di Bulan Muharram 1448 H

29 Juni 2026 - 15:51 WITA

STIMI Yapmi Makassar Terapkan Sistem Pembelajaran Hybrid untuk Mahasiswa Kurang Mampu

29 Juni 2026 - 15:49 WITA

Semua PTS Berpeluang Meraih Akreditasi Unggul

27 Juni 2026 - 09:56 WITA

Jajaki Kerja Sama Strategis, Sekda Parigi Moutong Kunjungi Kampus STIMI Yapmi Makassar

25 Juni 2026 - 11:33 WITA

Trending di News